STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp3,23 miliar pada 2025. Angka ini anjlok 88,33% jika dibandingkan realisasi laba tahun 2024 sebesar Rp27,71 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2025 yang dipublikasikan Jumat, 13 Maret 2026, laba bersih per saham dasar TRJA ikut merosot. Nilainya menjadi Rp2,15 per saham dari sebelumnya Rp18,41 per saham pada 2024.
Penurunan laba terjadi seiring melemahnya kinerja pendapatan serta menyusutnya laba kotor Perseroan sepanjang tahun lalu. Pendapatan emiten penyewaan kendaraan ini tercatat sebesar Rp508,45 miliar pada 2025. Perolehan tersebut turun 14,58% secara tahunan (YoY) dari Rp595,27 miliar pada tahun sebelumnya.
Penyewaan kendaraan menjadi kontributor utama pendapatan dengan nilai Rp437,47 miliar. Sumber pendapatan lainnya berasal dari jasa alih daya Rp66,26 miliar, penyedia layanan internet Rp2,98 miliar, serta penjualan barang elektronik dan suku cadang Rp1,73 miliar.
Pelanggan utama Perseroan sepanjang 2025 adalah PT Pamapersada Nusantara dengan kontribusi Rp85,24 miliar. Diikuti oleh PT Bukit Makmur Mandiri Utama sebesar Rp63,21 miliar dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara senilai Rp55,31 miliar.
Penurunan pendapatan tersebut berdampak signifikan terhadap laba kotor Perseroan. Laba bruto TRJA turun 49,27% menjadi Rp71,61 miliar pada 2025 dari Rp141,14 miliar pada 2024.
Dari sisi biaya, beban pokok pendapatan tercatat Rp436,84 miliar pada 2025, turun 3,81% dibanding Rp454,14 miliar pada tahun sebelumnya. Meski demikian, penurunan beban ini tidak mampu menahan tekanan terhadap laba karena pendapatan menyusut lebih besar. Akibatnya, laba bruto Perseroan tergerus menjadi Rp71,61 miliar dari sebelumnya Rp141,13 miliar di 2024.
Di sisi operasional, Perseroan juga mencatat efisiensi pada beberapa pos biaya. Beban umum dan administrasi turun 21,88% menjadi Rp51,56 miliar dari Rp66,00 miliar pada 2024. Selain itu, biaya keuangan juga menyusut 32,55% menjadi Rp30,29 miliar dari Rp44,92 miliar pada tahun sebelumnya.
TRJA juga membukukan penghasilan lain-lain bersih sebesar Rp16,52 miliar pada 2025, sedikit meningkat dibanding Rp15,87 miliar pada 2024. Namun, kombinasi penurunan pendapatan dan laba kotor membuat laba sebelum pajak turun drastis menjadi Rp7,07 miliar dari Rp46,88 miliar pada 2024.
Setelah dikurangi beban pajak Rp3,83 miliar, laba bersih tahun berjalan tercatat Rp3,23 miliar. Pada tahun sebelumnya, laba bersih Perseroan mencapai Rp27,71 miliar.
Dari sisi neraca, total aset TRJA per 31 Desember 2025 tercatat Rp769,51 miliar. Angka ini turun 11,70% dibanding total aset Rp871,50 miliar pada akhir 2024.
Jumlah liabilitas Perseroan turun menjadi Rp381,65 miliar dari Rp486,08 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara itu, total ekuitas meningkat tipis menjadi Rp387,86 miliar dibanding Rp385,42 miliar pada 2024.
TRJA merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyewaan kendaraan seperti mobil, bus, truk, dan kendaraan sejenis. Perseroan mulai beroperasi secara komersial sejak Juli 2002 dan berkantor pusat di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Sebagai informasi, hingga akhir 2025 jumlah karyawan Grup tercatat 845 orang. Perseroan juga memiliki dua entitas anak, yakni PT Borneo Sentana Gemilang dan PT Multinet Perkasa Indonesia.
