STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (12/3/2026) waktu setempat. Investor terus memantau perkembangan perang Iran dan volatilitas harga minyak global. Sentimen negatif muncul seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap dampak konflik Timur Tengah bagi sektor perbankan.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 0,61% ke posisi 598,86. Sebagian besar sektor dan bursa utama di kawasan tersebut berada di zona merah. Indeks CAC 40 Perancis turun 0,71% ke level 7.984,44. FTSE MIB Italia melemah 0,71% ke posisi 44.456,18.
Indeks FTSE 100 Inggris terkoreksi 0,47% ke level 10.305,15. DAX Jerman menyusut 0,21% ke posisi 23.589,65. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol anjlok 1,22% ke level 17.139,90.
Harga minyak menjadi fokus utama pasar. International Energy Agency (IEA) sepakat melepas 400 juta barel minyak untuk mengatasi gangguan pasokan akibat perang Iran. Namun, harga minyak tetap melonjak meski ada langkah dari IEA.
Minyak Brent sempat menyentuh USD 100 per barel. Pelaku pasar belum yakin pelepasan cadangan strategis mampu menyeimbangkan guncangan pasokan global. Brent terakhir terlihat naik 8,6% di posisi USD 99,71, sementara West Texas Intermediate (WTI) melonjak 9,3% ke level USD 95,32.
Pemerintahan Presiden Donald Trump turut menambah ketidakpastian pasar. AS mengumumkan penyelidikan perdagangan baru terhadap Uni Eropa dan belasan ekonomi lainnya. Penyelidikan ini dilakukan berdasarkan Pasal 301 Undang-Undang Perdagangan tahun 1974.
Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, memberikan penjelasan terkait dasar hukum tindakan tersebut kepada wartawan.
“Undang-undang tersebut mengizinkan AS untuk mengenakan tarif pada barang-barang impor dari negara lain yang terbukti melakukan praktik perdagangan tidak adil,” ujar Jamieson Greer.
Di sisi korporasi, saham raksasa pertahanan Italia Leonardo melonjak 5,7%. Perusahaan melaporkan pendapatan sebesar 19,5 miliar euro (USD 22,5 miliar). Laba bersih setahun penuh Leonardo mencapai 1 miliar euro atau naik 19% dari tahun sebelumnya.
Saham BMW juga naik 1,3% meski memperingatkan adanya beban terkait tarif. Laba bersih produsen mobil Jerman ini melampaui 7 miliar euro pada 2025. Perusahaan menyebut hambatan tarif akan berdampak pada margin EBIT divisi otomotif sekitar 1,25 poin persentase tahun ini.
Kabar kurang sedap datang dari sektor perbankan Inggris. Saham HSBC merosot 6% setelah memutuskan menutup cabang di Qatar tanpa batas waktu. Langkah ini memicu kekhawatiran baru mengenai paparan risiko bank tersebut di Timur Tengah.
Saham Savills juga terkoreksi 7,2%. Agen real estat Inggris ini mengumumkan akuisisi bank investasi real estat AS, Eastdil Secured, senilai USD 1,1 miliar. Padahal, Savills melaporkan kenaikan laba sebelum pajak sebesar 11% menjadi 145 juta poundsterling (USD 194 juta) sepanjang 2025.
