back to top

Laba Bersih MIDI Melesat 62,43% jadi Rp772,49 Miliar pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp772,49 miliar sepanjang tahun buku 2025. Pencapaian laba tersebut melonjak 62,43% dibandingkan perolehan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp475,58 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan auditan per 31 Desember 2025 yang dipublikasikan Jumat, (20/3/2026), kenaikan laba ini pengelola jaringan ritel Alfamidi ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan dan efisiensi beban operasional.

Pendapatan neto MIDI sepanjang 2025 mencapai Rp20,64 triliun. Nilai ini tumbuh 3,79% dari Rp19,89 triliun pada tahun sebelumnya. Kontributor utama pendapatan berasal dari penjualan produk makanan sebesar Rp11,35 triliun. Produk makanan segar menyumbang Rp3,44 triliun, sementara produk non-makanan berkontribusi sebesar Rp5,86 triliun. Penjualan Perseroan berasal dari bisnis ritel produk konsumen melalui jaringan Alfamidi, Alfamidi Super, dan Midi Fresh yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan juga naik 4,03% menjadi Rp15,25 triliun dari Rp14,66 triliun pada 2024. Meski demikian, Perseroan berhasil mencetak laba bruto sebesar Rp5,40 triliun, meningkat dari posisi Rp5,23 triliun di tahun sebelumnya.

Lonjakan laba bersih yang signifikan ini dipicu oleh keberhasilan manajemen melakukan efisiensi pada berbagai pos beban. Beban penjualan dan distribusi tercatat turun menjadi Rp4,18 triliun dari Rp4,23 triliun. Beban umum dan administrasi juga menyusut dari Rp487,83 miliar menjadi Rp447,97 miliar pada akhir 2025.

Faktor lain yang memperkuat laba adalah peningkatan penghasilan keuangan menjadi Rp12,88 miliar dari Rp3,99 miliar. Di sisi lain, biaya keuangan turun 19,86% menjadi Rp42,30 miliar dari Rp52,79 miliar.

Pada periode ini, Perseroan juga mencatatkan penghasilan lainnya sebesar Rp230,83 miliar. Selain itu, terdapat dampak dari aksi korporasi pelepasan seluruh kepemilikan saham pada entitas anak, PT Lancar Wiguna Sejahtera (Lawson), yang dilakukan pada 14 Mei 2025.

Efisiensi ini mendorong laba usaha melonjak 34,60% menjadi Rp967,99 miliar pada 2025, dibandingkan Rp719,17 miliar pada 2024.

Laba sebelum pajak penghasilan badan tercatat Rp927,06 miliar, naik signifikan dari Rp658,28 miliar pada 2024. Setelah dikurangi pajak, laba tahun berjalan mencapai Rp772,49 miliar.

Dari sisi neraca keuangan, total aset MIDI tumbuh 4,54% menjadi Rp9,13 triliun per Desember 2025. Pada tahun sebelumnya, total aset berada di posisi Rp8,73 triliun. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan aset lancar, terutama kas dan bank yang mencapai Rp576,20 miliar.

Jumlah liabilitas Perseroan juga mengalami kenaikan tipis 3,28% menjadi Rp4,59 triliun dari Rp4,44 triliun pada 2024. Sementara itu, ekuitas MIDI tercatat menguat 5,85% menjadi Rp4,54 triliun dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya sebesar Rp4,29 triliun. Kinerja arus kas juga menunjukkan perbaikan. Kas neto dari aktivitas operasi mencapai Rp1,66 triliun, naik dari Rp1,60 triliun pada tahun sebelumnya.

Hingga akhir 2025, MIDI mengoperasikan total 2.587 gerai, meningkat dari 2.435 gerai pada 2024. Jumlah ini terdiri atas 2.503 gerai minimarket (Alfamidi), 80 gerai supermarket (Alfamidi Super), dan 4 gerai toko buah (Midi Fresh).

- Advertisement -

Artikel Terkait

Laba Bersih BREN Melambung jadi USD 165 Juta Sepanjang 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)...

Laba Indonesian Paradise (INPP) Anjlok 88% di 2025, Tertekan Beban dan Penurunan Nilai

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP)...

Mudik Lebaran Lebih Aman, BRI Sediakan Asuransi Premi Rp50 Ribu per Tahun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru