STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) berhasil membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp128,39 miliar (Rp45,83 per saham) pada 2025. Padahal pada tahun 2024, PORT masih mencatat rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp75,23 miliar (Rp26,73 per saham).
Dalam laporan keuangan PORT per 31 Desember 2026, dikutip Selasa (24/3/2026), terungkap, pencapaian laba ini terjadi di tengah penurunan pendapatan bersih Perseroan sebesar 2,36% dari Rp1,27 triliun pada 2024 menjadi Rp1,24 triliun pada 2025.
Akan tetapi beban langsung PORT dapat ditekan hingga turun dari Rp917,64 miliar menjadi Rp874,28 miliar. Hasilnya, laba bruto PORT tumbuh sekitar 4,78% dari Rp353,06 miliar pada 2024 menjadi Rp369,93 miliar pada 2025.
Selain itu, beban lainnya merosot 97,62% dari Rp215,68 miliar menjadi Rp5,13 miliar pada 2025. Hal ini mendorong laba usaha PORT melambung sebesar 393% dari Rp58,35 miliar pada 2024 menjadi Rp287,66 miliar pada 2025. Perseroan mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp202,36 miliar pada 2025, dibandingkan rugi sebelum pajak sebesar Rp20,97 miliar pada 2024.
Sementara itu, total aset PORT tercatat Rp2,28 triliun per 31 Desember 2025, turun 0,44% dari Rp2,29 triliun per 31 Desember 2024. Total liabilitas PORT turun 15,87% dari Rp1,26 triliun menjadi Rp1,06 triliun per 31 Desember 2025. Adapun total ekuitas PORT meningkat 19,61% dari Rp1,02 triliun per 31 Desember 2024 menjadi Rp1,22 triliun per 31 Desember 2025.
