STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) atau disebut CP Prima mencatat pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp9,95 triliun pada 2025. Angka ini naik 7,2% dibandingkan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp9,28 triliun pada 2024.
Menurut laporan keuangan CPRO dikutip Selasa (24/3/2026), beban pokok penjualan juga naik sebesar 7% dari Rp7,43 triliun menjadi Rp7,95 triliun pada 2026. Meski begitu, laba bruto CPRO tetap tumbuh 7,57% dari Rp1,85 triliun pada 2024 menjadi Rp1,99 triliun pada 2025.
Setelah dikurangi dengan sejumlah beban, CPRO mencatat laba usaha Rp790,65 miliar pada 2025, tumbuh sebesar 20,43% dari Rp656,52 miliar pada 2024. Perseroan mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp627,06 miliar, naik 39,7% dari Rp448,99 miliar pada 2024.
Alhasil, CPRO membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp423,66 miliar (Rp7,1 per saham) pada 2025, tumbuh 32,4% dari Rp319,98 miliar (Rp5,4 per saham) pada 2024.
Sementara itu, total aset CPRO naik 7,6% dari Rp6,70 triliun per 31 Desember 2024 menjadi Rp7,21 triliun per 31 Desember 2025. Total liabilitas CPRO juga naik 9,26% dari Rp3,13 triliun menjadi Rp3,42 triliun per 31 Desember 2025. Adapun total ekuitas CPRO tumbuh 6,46% menjadi Rp3,79 triliun per 31 Desember 2025, dari Rp3,56 triliun per 31 Desember 2024.
