STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) atau ANTAM kembali menegaskan ketangguhan fundamental bisnisnya dengan membukukan kinerja gemilang sepanjang tahun 2025 (Januari–Desember 2025).
Di tengah tekanan global yang ditandai volatilitas harga komoditas, ketidakpastian makroekonomi, serta dinamika regulasi, ANTAM mampu menjaga momentum pertumbuhan yang kuat didukung oleh eksekusi strategi yang terarah melalui optimalisasi portofolio komoditas dan peningkatan kinerja operasional, untuk memperkuat nilai tambah bisnis di tahun berjalan.
Capaian kinerja keuangan tertinggi dalam sejarah Perusahaan ini juga disertai dengan akselerasi investasi hilirisasi yang akan memberi fondasi kuat untuk pertumbuhan Perusahaan dijangka panjangnya.
Didukung oleh penguatan operasional dan pengelolaan biaya yang semakin efisien, ANTAM berhasil mengakselerasi profitabilitas secara signifikan, dengan mencatatkan pendapatan dan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah Perusahaan.
Pencapaian ini tidak hanya memperkuat posisi ANTAM sebagai pemain kunci di industri, tetapi juga memberikan fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan berkelanjutan serta penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.
Pada 2025, laba tahun berjalan ANTAM tercatat sebesar Rp7,92 triliun, meningkat signifikan 106% dari capaian laba tahun berjalan tahun buku 2024 (Januari-Desember 2024) sebesar Rp3,85 triliun.
Selaras dengan pertumbuhan laba tahun berjalan, Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) Perusahaan juga meningkat 56% dengan capaian EBITDA pada 2025 sebesar Rp10,51 triliun, dibandingkan EBITDA pada 2024 sebesar Rp6,73 triliun.
Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto menyampaikan, capaian kinerja ANTAM pada FY25 memperkuat posisi Perusahaan sebagai perusahaan pertambangan mineral terintegrasi yang berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang, serta mampu memberikan kontribusi berkelanjutan bagi pemegang saham, pemangku kepentingan, dan pembangunan industri nasional.
Pertumbuhan profitabilitas ANTAM pada FY25 juga tercermin dari capaian laba kotor sebesar Rp13,68 triliun, meningkat signifikan 1 11% dibandingkan capaian laba kotor pada FY24 sebesar Rp6,50 triliun.
Sejalan dengan hal tersebut, laba usaha ANTAM pada FY25 turut mencatatkan pertumbuhan yang signifikan dengan capaian sebesar Rp 8,40 triliun, melonjak 180% dari capaian FY24 sebesar Rp 3,00 triliun.
Pertumbuhan profitabilitas tersebut, juga didukung oleh penurunan beban keuangan di 2025 sebesar 30% menjadi Rp1 67,10 miliar dibandingkan pada 2024 sebesar Rp237,14 miliar. Peningkatan kinerja ANTAM mendorong kenaikan laba bersih per saham dasar pada 2025 sebesar Rp299,98 per saham dasar, atau meningkat 98% dari laba bersih per saham dasar pada 2024 sebesar Rp151,77 per saham dasar.
Pada laporan posisi keuangan, ANTAM membukukan kenaikan aset pada 2025 sebesar Rp52,53 triliun, meningkat 18 % dari capaian di 2024 sebesar Rp4 4,52 triliun. Pertumbuhan aset ini mencerminkan ekspansi operasional yang terukur, penguatan kas dari aktivitas usaha, serta kesinambungan investasi pada proyek-proyek strategis berbasis hilirisasi.
Selain itu, nilai ekuitas ANTAM pada FY25 juga meningkat menjadi Rp3 6,60 triliun, tumbuh 14% dari nilai ekuitas pada FY24 sebesar Rp32,20 triliun. Pada posisi arus kas, ANTAM mencatatkan capaian arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp5,62 triliun, meningkat 53% dari periode FY24 sebesar Rp3,68 triliun.
Capaian ini menunjukkan efektivitas Perusahaan dalam menghasilkan arus kas positif dari kegiatan operasional utamanya. Implementasi strategi operasional dan manajemen keuangan yang tepat, mendorong pertumbuhan posisi kas dan setara kas Perusahaan pada 2025 sebesar 77% atau Rp8,43 triliun, dari capaian pada 2024 sebesar Rp4,75 triliun.
Perusahaan terus memperkuat penerapan operation excellence memastikan pencapaian target produksi dan penjualan. Kinerja operasional pada 2025 menunjukkan hasil yang optimal, didorong oleh kinerja produksi dan penjualan pada komoditas utama termasuk pencapaian tertinggi dalam lebih dari satu dekade untuk bijih nikel, rekor sepanjang sejarah pada bauksit dan alumina, serta kinerja penjualan emas yang tetap solid se iring dengan kuatnya permintaan domestik.
“Kinerja operasional yang optimal menjadi kontributor utama dalam memperkuat kinerja keuangan Perusahaan, didukung dengan pengelolaan keuangan yang prudent dalam menjaga soliditas struktur neraca dan posisi keuangan. Hal ini tercermin pada capaian finansial yang solid yang didukung oleh kontribusi positif dari portofolio komoditas utama Perusahaan”, tambah Untung dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).
ANTAM mencatatkan pertumbuhan pendapatan Perusahaan (Penjualan) sebesar 22% menjadi Rp84,64 triliun pada 2025 jika dibandingkan Penjualan pada periode 2024 sebesar Rp69,19 triliun.
Pasar domestik masih menjadi fondasi utama kinerja ANTAM pada 2025, dengan kontribusi Penjualan mencapai Rp81,10 triliun atau sekitar 96% dari total penjualan bersih 2025. Ini mencerminkan kuatnya positioning Perusahaan dalam menangkap peluang pertumbuhan dari pasar dalam negeri.
Di tengah dinamika pasar global yang dipengaruhi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, serta volatilitas pasar keuangan dan tekanan inflasi, permintaan domestik terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai tetap terjaga kuat. ANTAM secara proaktif mengar ahkan strategi sourcing pada penguatan pasokan emas dari dalam negeri guna memperkuat daya saing Perusahaan.
Kondisi tersebut menjaga kinerja penjualan emas ANTAM tetap solid dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja Perusahaan. Pada 2025, segmen emas berkontribusi sekitar 79% terhadap Penjualan ANTAM. Penjualan emas pada 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 15% dengan nilai Rp66,47 triliun jika dibandingkan dengan Penjualan emas di 2024 senilai Rp57,56 triliun.
Melalui penguatan strategi pemasaran domestik yang diiringi dengan keberhasilan penyesuaian dan optimalisasi suplai dalam negeri,ANTAM membukukan volume penjualan emas sebesar 37.365 kg (1.201.313 troy oz.) pada 2025.
Segmen nikel (produk feronikel dan bijih nikel) mencatatkan kontribusi sebesar 18% atau Rp14,85 triliun terhadap total Penjualan di 2025. Capaian positif kinerja segmen nikel ini meningkat secara signifikan sebesar 56% dari Rp9,50 triliun pada 2024 selaras dengan tingginya permintaan serta keunggulan kualitas produk bijih nikel ANTAM untuk memenuhi permintaan di dalam negeri.
Sepanjang 2025, produksi bijih nikel ANTAM mencapai sebesar 16,11 juta wet metric ton (wmt), meningkat 62% dibandingkan capaian produksi pada 2024 sebesar 9,94 juta wmt. Dari sisi pemasaran, penjualan bijih nikel pada 2025 tercatat sebesar 14,58 juta wmt, tumbuh 75% dibandingkan 2024 sebesar 8,35 juta wmt.
Didorong dengan meningkatnya permintaan domestik, pada 2025 menandai kinerja produksi dan penjualan bijih nikel ANTAM sebagai yang tertinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir sejak pemberlakuan larangan ekspor mineral.
Sementara untuk produk feronikel di tengah dinamika regulasi dalam negeri sepanjang 2025, ANTAM menjaga stabilitas operasional dengan membukukan produksi sebesar 16.064 ton nikel dalam feronikel (TNi), dengan volume penjualan sebesar 10.528 TNi.
Segmen bauksit dan alumina, pada 2025 membukukan kontribusi sebesar 3% terhadap total Penjualan ANTAM dengan nilai Penjualan mencapai Rp2,92 triliun. Penjualan segmen bauksit dan alumina meningkat 6 2% dibandingkan capaian pada 2024 sebesar Rp1,80 triliun.
Melalui optimalisasi kapasitas dan produktivitas tambang serta meningkatnya serapan pasar domestik, pada 2025 ANTAM membukukan capaian produksi dan penjualan bauksit tertinggi sepanjang sejarah Perusahaan.
Produksi bauksit pada 2025 tercatat sebesar 2,83 juta wmt, meningkat signifikan 112% dibandingkan pada 2024 sebesar 1,33 juta wmt. Sementara, penjualan bauksit pada 2025 mencapai 1,89 juta wmt, meningkat signifikan 157% dibandingkan pada 2024 sebesar 736.188 wmt.
Dengan strategi ANTAM dalam mengoptimalkan operasi Pabrik CGA Perusahaan, produksi alumina berupa chemical grade alumina (CGA) pada 2025 mencapai 181.690 ton alumina, meningkat 23% dibandingkan pada 2024 sebesar 147.826 ton alumina.
Sementara, penjualan CGA mencapai 179.828 ton alumina, tumbuh 1% dibandingkan pada 2024 sebesar 177.178 ton alumina. Capaian pada 2025 tersebut, menjadikan tingkat produksi dan penjualan CGA sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Perusahaan. (konrad)
