STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melonjak tajam pada akhir perdagangan Minggu (19/4/2026) waktu setempat atau Senin pagi (20/4/2026) WIB. Kenaikan harga ini dipicu oleh eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang melibatkan serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Mengutip CNBC International, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni melonjak hampir 5,8%. Harga minyak acuan global ini ditutup pada level 95,59 USD per barel, di London ICE Futures Exchange.
Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei melesat sekitar 7%. Minyak WTI berakhir pada posisi 89,74 USD per barel, di New York Mercantile Exchange.
Situasi memanas setelah Angkatan Laut AS menembaki kapal kontainer Iran di Teluk Oman pada hari Minggu. Pasukan Marinir kemudian mengambil alih kapal tersebut. Presiden Donald Trump menyebut kapal itu mencoba menerobos blokade angkatan laut AS di pelabuhan-pelabuhan Iran.
Aksi penyitaan oleh AS terjadi menyusul serangan Iran terhadap sebuah kapal tanker di Selat Hormuz pada hari Sabtu. Kapal cepat milik Garda Revolusi Iran dilaporkan menembaki tanker tersebut. United Kingdom Maritime Operations Centre juga melaporkan sebuah kapal kontainer terkena proyektil misterius di wilayah yang sama.
Trump memberikan tanggapan keras melalui unggahan di akun Truth Social miliknya. Ia menilai tindakan Iran sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan damai yang sedang diupayakan.
“Pelanggaran total terhadap gencatan senjata,” kata Trump merujuk pada serangan Iran terhadap kapal-kapal di akhir pekan tersebut.
Kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran dijadwalkan berakhir pada minggu ini. Trump kembali melontarkan ancaman untuk menghancurkan setiap pembangkit listrik dan jembatan di Iran. Hal ini akan dilakukan jika para pemimpin Iran tidak menerima kesepakatan baru dengan AS.
Kondisi ini membuat rencana negosiasi perdamaian putaran kedua di Islamabad, Pakistan, menjadi tidak pasti. Sebelumnya, Trump menjadwalkan pembicaraan tersebut akan berlangsung pada hari Senin.
Namun, pihak Iran menyatakan keberatannya untuk hadir. Kantor berita resmi IRNA melaporkan Iran menolak hadir karena blokade angkatan laut AS masih terus berlangsung.
Lonjakan harga minyak pada hari Minggu ini membalikkan tren penurunan yang sempat terjadi pada Jumat lalu. Saat itu, harga minyak merosot setelah Iran menyatakan Selat Hormuz terbuka sepenuhnya untuk lalu lintas komersial.
Pernyataan Iran tersebut awalnya merupakan respons atas kesepakatan gencatan senjata di Lebanon. Namun, Teheran ternyata tetap memberlakukan syarat ketat bagi kapal-kapal yang melintas.
Ketegangan makin sulit diredam karena Trump menolak mencabut blokade pelabuhan Iran. Sebagai balasan, Teheran menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai blokade AS berakhir. Para pelaku pasar kini mencemaskan potensi pecahnya perang baru di kawasan jalur energi vital tersebut.
