STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Mayoritas bursa saham di kawasan Asia-Pasifik ditutup melemah pada perdagangan Kamis (23/4/2026) waktu setempat atau Jumat (24/4/2026). Sentimen pasar terpukul oleh laporan pencegatan tiga tanker minyak Iran oleh militer Amerika Serikat (AS). Kabar ini memicu kekhawatiran konflik di Timur Tengah akan berlangsung lebih lama.
Mengutip CNBC International, militer AS mencegat setidaknya tiga tanker berbendera Iran di perairan Asia. Kapal-kapal tersebut kini dialihkan dari posisi dekat India, Malaysia, dan Sri Lanka. Ketegangan meningkat setelah angkatan laut Iran sebelumnya menyita dua kapal kontainer di Selat Hormuz.
Indeks Nikkei 225 Jepang berakhir turun 0,75% ke posisi 59.140,23. Padahal, indeks ini sempat menyentuh rekor tertinggi intraday di level 60.013,98 pada awal perdagangan. Aktivitas manufaktur Jepang dilaporkan tumbuh tercepat dalam empat tahun pada April ini.
Bursa Korea Selatan mencatatkan hasil berbeda. Indeks Kospi ditutup naik 0,90% ke level 6.475,81 setelah sempat mencapai rekor tertinggi di posisi 6.538,72. Ekonomi Korea Selatan tumbuh 1,7% pada kuartal pertama, melampaui estimasi pasar.
Saham raksasa teknologi Samsung Electronics menguat lebih dari 3%. Harga sahamnya sempat menyentuh rekor intraday baru di level 227.000 Won. Investor tetap memantau rencana aksi mogok kerja yang melibatkan lebih dari 30.000 buruh perusahaan tersebut bulan depan.
Saham Softbank Group Corp juga melonjak 3,86% ke posisi 5.867. Perusahaan dilaporkan menambah utang sebesar 10 miliar USD untuk memperkuat ekspansi di bidang kecerdasan buatan (AI). Pinjaman ini menggunakan jaminan kepemilikan saham mereka di OpenAI.
Harga minyak mentah dunia ikut merangkak naik akibat ketegangan ini. Minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 1,33% menjadi 94,20 USD per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent bertambah 1,21% ke posisi 103,50 USD per barel.
Sentimen pasar awalnya sempat menguat setelah Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata selama dua minggu. Trump menyebut langkah ini diambil karena kondisi pemerintahan Teheran sedang mengalami keretakan serius.
“Berdasarkan fakta Pemerintah Iran mengalami keretakan serius, hal yang tidak terduga dan, atas permintaan Marsekal Lapangan Asim Munir, dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif, dari Pakistan, kami telah diminta untuk menahan Serangan kami terhadap Negara Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat mengajukan proposal yang bersatu,” ujar Trump dalam unggahan di Truth Social.
Namun, ketidakpastian kembali muncul setelah media pemerintah Iran menyebut para perunding Teheran tidak akan menghadiri pembicaraan dengan AS. Sikap Iran ini membuat Wakil Presiden JD Vance menunda perjalanannya untuk bergabung dalam pembicaraan damai.
Bursa Australia juga mengalami tekanan. Indeks S&P/ASX 200 ditutup turun 0,57% ke level 8.793,40. Pergerakan saham di Benua Kanguru ini terpantau fluktuatif sepanjang sesi perdagangan.
Pasar saham China dan Hong Kong kompak berakhir di zona negatif. Indeks CSI 300 di China daratan turun 0,28% ke posisi 4.786,33. Indeks Hang Seng di Hong Kong juga merosot 0,92% pada jam terakhir perdagangan. Di India, indeks Nifty 50 terkoreksi 0,67%.
