STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tetap optimistis menatap prospek bisnis sepanjang tahun 2026. Realisasi kinerja hingga kuartal I 2026 dinilai masih sangat selaras dengan Rencana Bisnis Bank (RBB).
Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim menjelaskan perseroan tidak melakukan perubahan proyeksi pertumbuhan kredit. Target pertumbuhan tetap dipatok pada kisaran 8% sampai 10% hingga akhir tahun.
“Kita masih melihat tren rencana kerja itu masih untuk kita teruskan,” ujar Vera dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Vera berharap ada perbaikan ekonomi dan permintaan kredit dalam sembilan bulan mendatang. Perseroan akan terus memantau dinamika pasar untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut.
Terkait margin bunga bersih atau Net Interest Margin (NIM), BCA mencatat angka 5,4% pada kuartal I 2026. Posisi ini mengalami sedikit penurunan sekitar 20 bps dibandingkan akhir tahun lalu sebesar 5,6%.
Penurunan NIM dipengaruhi oleh penyesuaian bunga kredit untuk para debitur. Sepanjang tahun ini, BCA menargetkan NIM tetap terjaga pada kisaran level tersebut.
“Mudah-mudahan ada dorongan pertumbuhan baik di sisi kredit maupun di sisi pendanaan,” kata Vera.
Hingga Maret 2026, BCA dan entitas anak membukukan laba Rp14,7 triliun. Penyaluran kredit tumbuh 5,6% secara tahunan (YoY) mencapai Rp994 triliun.
Kredit produktif menjadi penopang utama dengan nilai Rp760,2 triliun atau naik 7,8% YoY. Selain itu, pembiayaan berkelanjutan (ESG) meningkat 10% YoY menjadi Rp258,4 triliun. Angka ini setara 26% dari total portofolio pembiayaan perseroan.
Dukungan pada sektor UMKM juga menguat 12% YoY dengan outstanding Rp146 triliun. Sementara itu, kredit hijau (green financing) tumbuh 7,7% YoY mencapai Rp113 triliun.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong menyebut kinerja awal tahun didorong momentum Ramadan dan Idulfitri. Pelaksanaan BCA Expoversary 2026 juga mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat.
“Kami optimistis menjaga kinerja BCA tetap solid melalui pengembangan berbagai lini bisnis secara pruden,” tutur Hendra.
Dari sisi pendanaan, total Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA mencapai Rp1.292,4 triliun atau tumbuh 8,3% YoY. Dana giro dan tabungan (CASA) mendominasi dengan nilai Rp1.089 triliun, naik 11,2% YoY. Porsi CASA mencapai 85,2% dari total DPK.
Kualitas aset perseroan tetap berada pada level yang aman. Rasio loan at risk (LAR) terjaga di level 5,1% dan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) sebesar 1,8%. BCA juga menyiapkan pencadangan yang solid dengan rasio NPL sebesar 174,6%.
