STOCKWATCH.ID, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencabut penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA). Emiten tersebut kembali dapat diperdagangkan mulai sesi I hari ini, Jumat (24/4/2026).
Pencabutan suspensi ini berlaku di seluruh pasar, baik Pasar Reguler maupun Pasar Tunai. Sebelumnya, otoritas bursa memarkir sementara saham MDIA sejak 23 April 2026.
Langkah pembukaan kembali ini merujuk pada pengumuman Bursa Nomor Peng-SPT-00108/BEI.WAS/04-2026. Hal tersebut menjadi kabar baik bagi para investor yang telah menunggu kejelasan transaksi saham media ini.
Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A., memberikan penjelasan terkait kebijakan ini.
“Suspensi atas perdagangan saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 24 April 2026,” ujar Pande, dalam keterbukaan informasi dikutip Jumat (24/4/2026).
Sebelumnya, bursa menghentikan transaksi saham MDIA akibat peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Langkah cooling down tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungan bagi investor.
Tujuan suspensi kemarin adalah memberikan waktu memadai bagi pelaku pasar. Investor diharapkan bisa mempertimbangkan secara matang setiap keputusan investasinya. BEI juga meminta pihak-pihak berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi. Setiap perkembangan dari perseroan harus terus dipantau oleh para pemegang saham.
Harga Saham MDIA
Berdasarkan data perdagangan terakhir, harga saham MDIA berada di posisi Rp144. Angka ini tidak mengalami perubahan atau 0% pada penutupan 23 April 2026 karena posisi suspensi.
Pada hari tersebut, harga pembukaan berada di level Rp122. Harga tertinggi dan terendah tercatat sama pada posisi Rp144. Sepanjang tahun berjalan, saham ini pernah menyentuh harga terendah di level Rp41 pada 9 Februari 2026.
Adapun nilai kapitalisasi pasar atau market cap MDIA tercatat mencapai Rp5,64 triliun. Dalam kurun waktu 52 minggu terakhir, harga saham ini bergerak pada rentang Rp19 hingga Rp156 per lembar saham.
