spot_img

Berkat Holding Ultra Mikro BRI, Usaha Sembako Niken di Semarang Kian Berkembang dan Perkuat Ekonomi Keluarga

STOCKWATCH.ID (SEMARANG) – Dukungan pembiayaan dan pendampingan dari program PNM Mekaar dalam ekosistem Holding Ultra Mikro BRI Group membantu pelaku usaha ultra mikro mengembangkan usahanya. Salah satu penerima manfaatnya adalah Niken Tiwi Arni, pemilik warung sembako di Kelurahan Pandansari, Semarang.

Niken memulai usahanya dari warung sembako sederhana dengan pilihan barang yang masih terbatas. Ia berupaya mengembangkan usaha tersebut untuk membantu perekonomian keluarganya.

Menurut Niken, ketersediaan stok menjadi faktor penting agar pelanggan tetap datang berbelanja ke warungnya.

“Awalnya usaha saya kecil-kecilan, hanya warung sembako biasa. Tapi saya ingin warung ini bisa lebih lengkap, supaya pelanggan tidak perlu ke tempat lain,” ujar Niken, Selasa (9/6/2026).

Keinginan mengembangkan usaha membuat Niken mengenal program PNM Mekaar melalui rekomendasi tetangganya. Ia kemudian mengikuti pendampingan dan pertemuan kelompok bersama nasabah lainnya.

Melihat kesungguhannya dalam mengembangkan usaha, PNM Mekaar memberikan dukungan permodalan awal pada 2019. Modal tersebut dimanfaatkan secara bertahap untuk memperkuat usaha yang dijalankannya.

Selain memperoleh akses pembiayaan, Niken juga mendapatkan pendampingan usaha. Melalui program tersebut, ia memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan stok, perputaran modal, serta peluang usaha berdasarkan kebiasaan belanja masyarakat sekitar.

Sejak mendapat dukungan tersebut, warung sembako miliknya mulai berkembang. Jumlah pelanggan meningkat dan warungnya menjadi salah satu pilihan warga sekitar untuk membeli beras, minyak goreng, serta berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.

“Perjalanan membangun sebuah warung sembako saya ini sangat panjang. Namun karena dukungan petugas dari BRI Group, saya yakin saya bisa mengembangkan usaha demi memperbaiki ekonomi keluarga,” kata Niken.

Ia menuturkan, penghasilan yang lebih stabil membuatnya lebih tenang dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kondisi tersebut juga membantunya memastikan anak-anak tetap dapat bersekolah.

Warung yang sebelumnya sederhana kini menjadi sumber penghidupan sekaligus harapan bagi keluarganya. Niken berharap usahanya dapat terus berkembang untuk meningkatkan pendapatan dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anaknya.

Secara terpisah, Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Dhanny, mengatakan pemberdayaan perempuan pelaku usaha ultra mikro tidak hanya terkait akses pembiayaan, tetapi juga penciptaan ekosistem yang mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

Menurut Dhanny, program PNM Mekaar menjadi salah satu instrumen penting untuk membuka peluang bagi perempuan dalam meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui kemampuan mengelola keuangan dan memahami kebutuhan pasar.

“Sinergi dalam Holding Ultra Mikro antara BRI, Pegadaian, dan PNM menjadi kekuatan dalam memperluas akses layanan keuangan yang inklusif. Dengan dukungan tersebut, pelaku usaha mikro kecil di banyak daerah dapat berkembang secara bertahap dan berkelanjutan, dari usaha sederhana hingga mampu memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitarnya,” tutur Dhanny.

Pada saat yang sama, kinerja pemberdayaan dalam ekosistem Holding Ultra Mikro juga mencatatkan hasil positif. Sepanjang triwulan I 2026, sebanyak 1,2 juta debitur PNM tercatat berhasil naik kelas.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Sebut Fundamental Bank BUMN Kuat, Ketum Himbara Minta Investor Tak Perlu Ragu

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Ketua Umum Himpunan Bank Milik Negara...

Mineral Sumberdaya (AKSI) Bidik Pendapatan Rp479 Miliar di 2026, Perkuat Jasa Angkutan Mineral

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru