STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kinerja keuangan PT Phapros Tbk (PEHA) berangsur membaik, setidaknya pada kuartal I 2026. Pulihnya kinerja Perseroan tentu tidak lepas dari kerja keras manajemen untuk membenahi keuangannya. Salah satu pos yang berhasil didorong yakni pendapatan PEHA yang berhasil tumbuh sehingga Perseroan melaba pada kuartal I tahun 2026.
Emiten di bidang farmasi itu berhasil meraih keuntungan Rp1,53 miliar pada kuartal I 2026. Padahal, di periode yang sama tahun 2025, emiten dengan kode saham PEHA tersebut masih menderita kerugian bersih Rp5,75 miliar.
Menurut laporan keuangan Maret 2026 yang diumumkan Jumat, 24 April 2026, pendapatan bersih PEHA tumbuh 10,17% menjadi Rp221,08 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp200,67 miliar pada periode sama tahun 2025. Penyumbang terbesar pendapatan PEHA pada januari-Maret 2026 dari penjualan produk OGB yakni Rp140,04 miliar, atau sekitar 63,34% dari total pendapatan Perseroan.
Beban pokol pendapatan PEHA naik 5,03% jadi Rp117,10 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp111,50 miliar pada kuartal I 2025. Laba kotor PEHA tumbuh 16,6% jadi Rp103,97 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp89,16 miliar di kuartal I 2025.
Setelah dikurangi beban usaha, emiten farmasi beraset Rp1,43 triliun per Maret 2026 itu mencatat laba usaha sebesar 12,62 miliar pada kuartal I 2026. Jumlah ini melonjak sebesar 246,6% dibanding Rp3,64 miliar pada kuartal I tahun 2025.
Dari sisi neraca keuangan, Phapros (PEHA) memiliki total aset sebesar Rp1,43 triliun per Maret 2026, naik 3,09% dari Rp1,38 triliun per Desember 2025. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas perusahaan farmasi tersebut per Maret 2026, masing-masing sebesar Rp1,001 triliun dan Rp428,23 miliar. (konrad)
