STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Armadian Tritunggal Tbk (ARMA) akan mencatatkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai 11 Mei 2026. Nilai emisi sukuk ini mencapai Rp1,832 triliun.
Perseroan menetapkan tingkat imbal hasil ekuivalen sebesar 8,75% per tahun dengan jangka waktu lima tahun. Sukuk tersebut akan jatuh tempo pada 8 Mei 2031.
Penerbitan ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Armadian Tritunggal dengan target penghimpunan dana hingga Rp5 triliun.
Pencatatan sukuk dilakukan berdasarkan Surat BEI Nomor S-05269/BEI.PP3/05-2026 yang ditandatangani oleh Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 BEI, Lidia M. Panjaitan, dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A.
PT Kredit Rating Indonesia memberikan peringkat irA-(sy) atau Single A Minus Syariah untuk emisi ini. Sementara itu, PT Bank KB Indonesia Tbk bertindak sebagai wali amanat.
Seluruh dana hasil penerbitan sukuk akan digunakan untuk modal kerja entitas anak, PT Berau Coal, melalui akad mudharabah.
PT Berau Coal akan memanfaatkan dana tersebut untuk membayar kewajiban kepada pemerintah, termasuk Dana Hasil Produksi Batubara (DHPB) dan pajak. Selain itu, dana juga digunakan untuk pembayaran kepada kontraktor pertambangan, vendor pengangkutan, dan para pemasok.
Dalam dokumen keterbukaan informasi, manajemen menyatakan bahwa seluruh kekayaan perseroan menjadi jaminan atas seluruh kewajiban kepada kreditur yang tidak dijamin secara khusus secara pari passu.
Dua perusahaan sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi sukuk. PT Sinarmas Sekuritas menjamin sebesar Rp927 miliar atau 50,59% dari total emisi, sedangkan PT Aldiracita Sekuritas Indonesia menjamin Rp905,5 miliar atau 49,41%.
Dari sisi kinerja keuangan, ARMA mencatatkan penjualan sebesar US$2,304 miliar sepanjang 2025, turun 14,86% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai US$2,706 miliar. Penurunan ini dipengaruhi oleh melemahnya harga jual batubara di pasar.
Laba tahun berjalan perseroan juga turun 11,07% menjadi US$68,70 juta pada 2025, dari US$77,25 juta pada tahun sebelumnya. Adapun total aset perseroan per 31 Desember 2025 tercatat sebesar US$1,05 miliar.
Perseroan memiliki opsi untuk membeli kembali (buyback) sukuk tersebut setelah satu tahun sejak tanggal penjatahan. Buyback dapat dilakukan untuk pelunasan atau disimpan dan dijual kembali di kemudian hari.
