STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 19-20 Mei 2026 di Jakarta, Rabu (20/5/2026), menyampaikan, pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital pada April 2026 tetap tinggi. Ini didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.
Menurut Perry, volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,15 miliar transaksi atau tumbuh 42,86% (yoy) pada April 2026 didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital.
Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 15,92% (yoy) dan 22,95% (yoy), termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 108,43% (yoy).
Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant. Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 490 juta transaksi atau tumbuh 46,09% (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp 1.219 triliun pada April 2026.
Sementara itu, volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 0,91 juta transaksi atau tumbuh 25,72% (yoy), dengan nominal transaksi BI-RTGS tumbuh 14,55% (yoy) mencapai Rp17.520 triliun pada April 2026.
“Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 14,61% (yoy) menjadi Rp 1.301 triliun pada April 2026,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

