spot_img

Tensi Timur Tengah Memanas, Bursa Saham Asia Terkapar di Zona Merah

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak melemah pada penutupan perdagangan Kamis (28/5/2026). Investor merespons negatif eskalasi ketegangan di Timur Tengah. Hal ini terjadi setelah adanya serangan baru Amerika Serikat (AS) ke wilayah Iran.

Mengutip CNBC International, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,47% ke level 64.693,12. Indeks Topix juga merosot 0,41% menjadi 3.902,01. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 anjlok 1,43% ke posisi 8.592,90.

Bursa Korea Selatan turut tertekan. Indeks Kospi berakhir turun 0,53% pada level 8.185,29. Sementara itu, indeks Kosdaq yang mencakup saham berkapitalisasi kecil terjun bebas 2,54% ke posisi 1.104,36.

Sentimen pasar memburuk usai pasukan AS menyerang situs militer di Iran pada Rabu malam. Pejabat AS menyebut target tersebut merupakan ancaman bagi pasukan Amerika dan pelayaran komersial di Selat Hormuz. Situasi semakin tegang setelah Kuwait mengaktifkan sistem pertahanan udaranya.

Pihak militer Kuwait merespons adanya ancaman rudal dan drone musuh. Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran mengaku telah menyerang pangkalan udara AS. Aksi ini merupakan balasan atas serangan Amerika di dekat bandara Bandar Abbas.

Seorang pejabat Amerika Serikat memberikan pernyataan resmi kepada MS NOW. Ia menjelaskan mengenai sifat dari serangan militer tersebut.

“Terukur, murni defensif, dan dimaksudkan untuk menjaga gencatan senjata,” ujar pejabat tersebut.

Kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak mentah di dekat Selat Hormuz membuat harga komoditas ini melambung. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Juli naik 2,55% menjadi 90,94 USD per barel. Minyak mentah Brent juga melonjak 2,57% ke level 96,69 USD per barel.

Bursa China daratan berhasil sedikit membalikkan keadaan di akhir sesi. Indeks CSI 300 naik tipis 0,12% ke posisi 4.914,21. Namun, indeks Hang Seng Hong Kong tetap melemah 1,38% pada jam terakhir perdagangan sore.

Di India, indeks Nifty 50 bergerak stagnan dengan penurunan sangat tipis. Sementara itu, indeks BSE Sensex turun 0,19%. Investor global kini terus memantau perkembangan konflik tersebut karena dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas pasar lebih lanjut.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Rencana Gencatan Senjata 60 Hari Terganjal, Iran Kembali Luncurkan Rudal

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Ketegangan di Timur Tengah kembali...

Stock Futures AS Bergerak Tipis, Investor Pantau Isu Timur Tengah & Lonjakan Saham Dell

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Indeks saham berjangka (futures) Amerika...

Wall Street Cetak Rekor Tertinggi Baru, Saham Snowflake Melompat 36%

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru