STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melaporkan bahwa, Perseroan telah memberikan pinjaman kepada 2 anak usahanya, masing-masing PT Energi Maju Abadi (EMA) dan PT Imbang Tata Alam (ITA). Transaksi afiliasi tersebut dilakukan para pihak pada tanggal 22 Mei 2026.
Riri Harahap, Direktur ENRG menjelaskan, EMA mendapatkan pinjaman sebesar US$11,885 juta atau setara Rp210,793 miliar, sedangkan ITA memperoleh pinjaman US$5,5 juta atau setara Rp97,542 miliar. Sehingga total pinjaman yang diberikan ke dua anak usaha ini mencapai Rp113,25 miliar. Pinjaman ini akan digunakan EMA dan ITA untuk pembayaran sisa pokok utang ke Bank Mandiri.
Menurut Riri, masing-masing pinjaman tersebut memiliki tingkat bunga 9,25% per tahun dengan jangka waktu paling lama lima tahun. “Pemberian pinjaman ENRG ke EMA dan ITA sesuai dengan rencana penggunaan dana PUB I Tahap III Tahun 2026 yang telah diungkapkan dalam prospektus penawaran umum,” ungkapnya.
Riri mengatakan, Perseroan adalah pemegang saham langsung dan tidak langsung atas EMA dan ITA sehingga transaksi tersebut tergolong transaksi afiliasi. Namun, transaksi tersebut dikecualikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 Ayat (1) huruf (b) angka 1 POJK 42/2020. Hal ini mengingat transaksi dilakukan antara Perseroan dan perusahaan anak yang sahamnya paling sedikit dimiliki 99% oleh Perseroan secara langsung maupun tidak langsung.
Menurut Riri, berdasarkan ketentuan pasal 6 ayat 2 POJK 42/2020, transaksi afiliasi yang dikecualikan tersebut wajib dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. “Namun, transaksi ini tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, serta kelangsungan usaha Perseroan,” ujarnya.
Pada akhir Maret 2026, anak usaha Perseroan lainnya, PT EMP Tunas Energi, berhasil menemukan kandungan minyak dari salah satu sumur Cenako-1 Twin, yang merupakan bagian dari Blok South CPP di Riau, Sumatera. Pengeboran sumur eksplorasi ini dilakukan mencapai kedalaman 2.475 kaki (754 meter).
Berdasarkan data well testing dan subsurface awal tanggal 17 Maret 2026, struktur Cenako diperkirakan memiliki kandungan minyak di tempat (original oil in place) sekitar 15,6 juta barel. (konrad)

