spot_img

Lewat Program MSOP, Direktur Jayamas Medica Industri (OMED) Tambah 6,65 Juta Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Direktur PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED), Louis Krisnadi Hartanto, melaporkan kepemilikan saham baru di perusahaan sebanyak 6,65 juta lembar saham melalui pelaksanaan program Management and Employee Stock Option Program (MESOP).

Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 15 Juli 2026, Louis Krisnadi mengatakan transaksi tersebut dilakukan pada 10 Juli 2026.

Sebelum transaksi, Louis Krisnadi Hartanto tercatat belum memiliki saham OMED.  Adapun setelah pelaksanaan MESOP tersebut, kepemilikan Louis Krisnadi naik menjadi 6,65 juta saham atau setara dengan 0,0246% dari total saham dengan hak suara yang diterbitkan perseroan.

Transaksi dilakukan melalui pelaksanaan program MESOP dengan harga pelaksanaan Rp188 per saham. “Pelaksanaan program MESOP,” tulis Louis Krisnadi Hartanto dalam laporan yang disampaikan kepada OJK. Dengan harga pelaksanaan sebesar Rp188 per saham, maka nilai transaksi atas 6,65 juta saham tersebut mencapai Rp1,25 miliar.

Adapun status kepemilikan saham dilakukan secara tidak langsung. Sementara Louis Krisnadi Hartanto bertindak sebagai pemilik saham yang dilaporkan dalam dokumen tersebut.

Pelaksanaan MESOP ini menambah kepemilikan saham manajemen di OMED dan menjadi bagian dari program insentif perseroan kepada jajaran manajemen maupun karyawan yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.

Hingga pukul 11.30 WIB perdagangan sesi I di BE, saham OMED tercatat naik 0,97% menjadi Rp208 per unit dibanding sehari sebelumnya di Rp206 per unit. Selama perdagangan  periode sepekan, saham OMED naik 0,98%. Jika ibandingkan dengan harga 17 Juni 2026 sebesar Rp206 per unit terhadap penutupan kemarin, saham emiten produsen perangkat medis ini stagnan.

Sekedar informasi, PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) didirikan di Sidoarjo, Jawa Timur, pada tahun 2002. Perusahaan ini memproduksi perangkat medis yang andal dan terjangkau dengan merek “One Med.” Dimulai dengan pembuatan kantong urin, Perusahaan tersebut  kini juga membuat produk antiseptik dan disinfektan, jarum suntik sekali pakai, pakaian bedah, perawatan luka, perangkat diagnostik, dan perabotan rumah sakit.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ekspansi Bisnis, TBIG Bakal Tambah Kegiatan Usaha Network Access Point

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)...

Direktur Total Bangun Persada (TOTL) Jual 236.700 Saham, Kepemilikan Turun Jadi 0,226%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Direktur PT Total Bangun Persada Tbk...

Dana Waran Seri I Habis, OBAT Belanja Bahan Baku dan Mesin Rp28,13 Miliar

STOCKWATCH (JAKARTA) – PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru