spot_img

Terungkap, Ternyata Ini Penyebab Danantara Belum Terbitkan Laporan Keuangan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tengah melakukan langkah besar untuk meningkatkan transparansi perusahaan negara. Lembaga ini mencatatkan penurunan nilai aset atau impairment hingga mencapai Rp100 triliun pada buku Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Donny Oskaria, Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, menjelaskan alasan laporan keuangan lembaganya belum dipublikasikan. Menurutnya, laporan keuangan Danantara merupakan hasil penggabungan atau konsolidasi dari seluruh laporan perusahaan BUMN.

“Kami sedang melakukan pembersihan seluruh laporan daripada BUMN,” ujar Donny dalam konferensi pers persiapan operasional PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) di Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Donny menyebut proses pembersihan ini sangat penting. Tujuannya agar laporan keuangan mencerminkan kondisi aset yang sebenarnya. Saat ini, masih ada beberapa BUMN yang belum menyelesaikan proses tersebut.

Pihaknya menargetkan seluruh perbaikan laporan keuangan ini rampung pada akhir Juni 2026. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen untuk mengelola aset negara secara lebih profesional dan terbuka.

Keseriusan dalam memperbaiki data keuangan ini terlihat dari besarnya angka penurunan nilai yang dicatat. Nilai tersebut menyentuh angka yang sangat fantastis.

“Kita melakukan impairment hampir Rp100 triliun terhadap buku-buku BUMN. Ini bentuk daripada transparansi dan komitmen kita semua,” tegas Donny.

Upaya ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jujur mengenai kesehatan finansial perusahaan plat merah. Dengan pembersihan ini, Danantara ingin memastikan pengelolaan BUMN ke depan jauh lebih transparan bagi publik dan investor.

Donny menekankan transparansi adalah kunci utama dalam operasional BPI Danantara maupun PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai pengelola investasi negara.

- Advertisement -

Artikel Terkait

DEWA Dirikan 3 Anak Usaha Baru untuk Garap Bisnis Listrik, Infrastruktur, dan Hospitality

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memperluas...

Komisaris Blue Bird (BIRD) Lepas 52,56 Juta Saham Senilai Rp78,31 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Sri Adriyani Lestari Dr, Dewan Komisaris PT...

MNC Asia Holding Lepas Lagi 308,23 Juta Saham IATA, Kantongi Rp18,19 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru