STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) kembali mengurangi kepemilikan saham di PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) dengan menjual sebanyak 308,23 juta saham melalui serangkaian transaksi penjualan pada 14-16 Juli 2026. Sebelumnya, BHIT juga telah menjual sebanyak 350,3 juta saham IATA pada tanggal 3, 10, dan 13 Julii 2026.
Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Jumat, 17 Juli 2026, MNC Asia Holding menjual saham IATA dalam tiga transaksi dengan harga pelaksanaan sebesar Rp59 per saham.
Rinciannya, penjualan pertama dilakukan BHIT pada tanggal 14 Juli 2026 yakni sebanyak 41 juta saham. Selanjutnya pada 15 Juli 2026 sebanyak 8,475 juta saham. Kemudian pada 16 Juli 2026 sebanyak 258,75 juta saham. Total nilai transaksi tersebut sebesar Rp18,19 Miliar.
Setelah transaksi tersebut, kepemilikan MNC Asia Holding atas IATA berkurang dari 2,443 miliar saham atau 7,81% menjadi 2,135 miliar saham atau 6,83%. Seluruh transaksi dilakukan dengan status kepemilikan langsung dan dikategorikan sebagai transaksi penjualan saham biasa. Adapun tujuan transaksi adalag dalam rangka rencana strategis Perseroan ke depan.
Manajemen MNC Asia Holding juga menegaskan transaksi tersebut tidak mengubah status pengendalian terhadap emiten berkode saham IATA tersebut. “Saya bertanggung jawab penuh terhadap seluruh akibat hukum yang timbul dan menjamin kebenaran atas seluruh data, informasi, keterangan dan/atau dokumen yang dilaporkan,” tulis Manajemen BHIT.
Di Bursa Efek Indonesia, saham IATA tercatat stagnan di level Rp57 per unit pada perdagangan Jumat, 17 Juli 2026. Selama periode sepekan, saham IATA turun sebesar 3,38%. Jika dibandingkan antara harga 18 Juni 2026 sebesar Rp64 terhadap penutupan Jumat kemarin, maka saham emiten pertambangan batubara tersebut telah urun sebesar 10,93%.

