STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak menguat pada perdagangan Selasa (2/6/2026). Pergerakan IHSG diperkirakan berada di rentang 6.000 hingga 6.350.
Proyeksi tersebut disampaikan Retail Research & Investment Bahana Sekuritas, Dimas Wahyu Putra Pratama, CTA, dalam riset yang dirilis hari ini. Ia menilai IHSG memiliki potensi untuk berbalik arah setelah sebelumnya mengalami tekanan.
“Secara teknikal IHSG Selasa 2 Juni 2026 diperkirakan akan bergerak menguat,” ujar Dimas.
Dibuka melemah di level Rp6.112,770, IHSG pada perdagangan Jumat (29/5/2026) kembali berakhir di zona merah. IHSG ditutup melemah 2,808 poin atau turun tipis 0,05% ke level Rp6.127,381 dari penutupan Selasa (26/5/2026) di level Rp6.130,190.
Pelemahan ini dipicu oleh saham-saham pemberat indeks seperti BBCA yang turun 4,60%, BBRI terpangkas 3,91%, TLKM merosot 1,94%, ASII turun 2,44%, dan BBNI yang terkoreksi 3,65%. Pada saat itu, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp8.519 miliar.
Sejumlah sektor dinilai menarik untuk dicermati pelaku pasar hari ini. Sektor tersebut mencakup IDXTECH, IDXPROP, IDXNCYC, IDXFIN, IDXINFRA, IDXTRANS, dan IDXINDUS.
Kondisi pasar global memberikan sentimen beragam. Bursa Wall Street ditutup menguat didorong performa saham teknologi chip dan kecerdasan buatan (AI). Namun, bursa Asia bergerak variatif akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Harga minyak dunia juga merangkak naik setelah Israel memperluas serangan militer ke Lebanon.
Dari sisi domestik, per 1 Juni 2026, Pemerintah mewajibkan eksportir batubara, kelapa sawit (CPO), dan ferro alloy melaporkan kegiatan ekspornya kepada PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Kebijakan ini bertujuan memperkuat tata kelola ekspor komoditas strategis.
Kebijakan ekspor satu pintu melalui PT DSI ditujukan untuk pengaturan tata kelola ekspor dan pengawasan perdagangan komoditas strategis Indonesia. Hal ini akan memperkecil ruang praktek penyelundupan serta transfer pricing.
Selain itu, mulai tanggal yang sama, eksportir Sumber Daya Alam (SDA) wajib menempatkan 100% Devisa Hasil Ekspor (DHE) di dalam negeri. Dana tersebut ditampung melalui tiga bank anggota Himbara, yaitu Bank Mandiri, BRI, dan BNI.
Di pasar obligasi, Bahana Sekuritas memantau pergerakan harga sejumlah seri seperti FR0109, FR0108, FR0106, dan FR0107 yang berada di rentang harga Rp96,50 hingga Rp102,70. Sementara itu, di industri reksa dana, Capital Money Market mencatatkan imbal hasil (return) satu tahun sebesar 5,30% dengan dana kelolaan (AUM) mencapai Rp897,84 miliar.
Untuk perdagangan pekan ini, Bahana Sekuritas merekomendasikan saham-saham berikut:
1. PTRO – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp4.550
Target Price 1: Rp4.900
Target Price 2: Rp5.025
Current Price: Rp4.670
2. TPIA – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp1.650
Target Price 1: Rp2.000
Target Price 2: Rp2.200
Current Price: Rp1.785
3. CDIA – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp800
Target Price 1: Rp900
Target Price 2: Rp950
Current Price: Rp850
4. BRPT – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp1.825
Target Price 1: Rp2.050
Target Price 2: Rp2.150
Current Price: Rp1.940
5. NCKL – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp850
Target Price 1: Rp925
Target Price 2: Rp950
Current Price: Rp890
6. INCO – BUY ON WEAKNESS
Stop Loss Under: Rp4.600
Target Price 1: Rp5.000
Target Price 2: Rp5.250
Current Price: Rp4.730
7. TINS – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp3.120
Target Price 1: Rp3.400
Target Price 2: Rp3.570
Current Price: Rp3.210
8. MDKA – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp2.450
Target Price 1: Rp2.710
Target Price 2: Rp2.830
Current Price: Rp2.590
9. MEDC – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp1.175
Target Price 1: Rp1.250
Target Price 2: Rp1.300
Current Price: Rp1.205
10. ELSA – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp590
Target Price 1: Rp640
Target Price 2: Rp670
Current Price: Rp610
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.

