spot_img

Harga Emas Dunia Turun Tipis, Tertolong Penurunan Inflasi AS

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia ditutup sedikit melemah pada perdagangan Rabu (15/7/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (16/7/2026) WIB. Logam mulia ini berhasil memangkas sebagian besar kerugian besar usai rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang tidak terduga.

Mengutip CNBC, harga emas spot turun 0,2% ke posisi 4.047,27 USD per ons troi. Sebelumnya, harga emas sempat jatuh hampir 1% pada sesi yang sama. Emas berjangka AS juga merosot 0,4% menjadi 4.053,70 USD per ons troi.

Penurunan harga tertahan setelah Indeks Harga Produsen (PPI) AS dilaporkan turun 0,3% pada bulan Juni. Angka ini jauh di bawah perkiraan para ekonom yang memprediksi PPI tidak akan berubah.  Data ini memberikan sinyal tekanan inflasi mulai mereda.

Phillip Streible, Chief Market Strategist di Blue Line Futures, memberikan penjelasannya.  Ia menyebut data PPI meredakan kekhawatiran pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Fed.

“Emas telah memangkas kerugian dari pagi ini karena PPI datang lebih rendah dari yang diharapkan dan meredakan beberapa kekhawatiran tentang Fed yang melakukan beberapa kenaikan suku bunga tahun ini,” ujar Phillip.

Data CME FedWatch menunjukkan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Juli turun menjadi 10,2%. Sebelumnya, peluang tersebut berada di angka 16,6%. Hal ini terjadi setelah inflasi konsumen AS juga melambat lebih dari perkiraan pada hari Selasa.

Meski data ekonomi mendukung emas, ketegangan di Timur Tengah menjadi perhatian utama.  AS kembali melancarkan serangan terhadap sasaran di Iran. Washington juga memberlakukan kembali blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Kondisi tersebut memicu kenaikan harga minyak dunia. Lonjakan harga bahan bakar dikhawatirkan akan menjaga tekanan inflasi tetap tinggi. Situasi ini bisa membuat bank sentral menahan suku bunga tinggi lebih lama.

Lukman Otunuga, Senior Research Analyst di FXTM, menilai situasi di Selat Hormuz menghidupkan kembali ketakutan inflasi. Ia melihat adanya risiko penurunan harga emas jika ketegangan terus memanas.

“Perkembangan terakhir seputar Selat Hormuz telah menghidupkan kembali kekhawatiran seputar tekanan harga yang tidak terkendali. Jika ketegangan meningkat lebih jauh, yang mengakibatkan harga minyak lebih tinggi, ini dapat membuat emas terpapar risiko penurunan,” kata Lukman.

Lukman menambahkan harga emas bisa jatuh ke level 3.950 USD hingga 3.000 USD jika menembus titik tertentu. Namun, jika level 4.000 USD terbukti menjadi dukungan kuat, harga berpeluang bangkit kembali menuju 4.100 USD.

Tren pergerakan logam mulia lainnya terpantau bervariasi.  Harga perak spot merosot 1,6% menjadi 57,67 USD per ons troi. Palladium juga turun 0,8% ke posisi 1.294,25 USD. Sebaliknya, platinum menguat tipis 0,2% ke level 1.634,13 USD per ons troi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Stock Futures Menguat, Wall Street Ditopang Big Tech dan Inflasi AS yang Melandai

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) - Kontrak berjangka saham Amerika Serikat...

AS Serang dan Blokade Pelabuhan Iran, Harga Minyak Dunia Bergeming

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia tidak banyak berubah...

Inflasi AS Melandai, Stock Futures Bergerak Datar Jelang Rilis Laporan Keuangan Emiten

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Stock futures Amerika Serikat bergerak...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru