STOCKWATCH.ID (TANGERANG) – PT Trimitra Trans Persada Tbk (B-LOG) menyetujui pembagian dividen tunai perdana sebesar Rp70,96 miliar. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Acara berlangsung secara hybrid di Vivere Hotel, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (2/6/2026).
Emiten jasa logistik terintegrasi ini mencatat kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun 2025. Pendapatan konsolidasian perusahaan mencapai Rp1,33 triliun. Angka tersebut tumbuh 23% dibandingkan tahun sebelumnya.
Laba bersih perusahaan juga melonjak 29% menjadi Rp144 miliar atau tepatnya Rp144.461.144.438. Kinerja apik ini didukung oleh penguatan layanan logistik, penyimpanan, serta kapasitas operasional yang luas.
Pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp21,00 per saham. Total nilai dividen yang dibagikan mencapai Rp70.969.231.200. Dana ini akan diberikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 12 Juni 2026.
Selain untuk dividen, perusahaan mengalokasikan Rp1 miliar sebagai dana cadangan. Sisa dari laba bersih akan dibukukan sebagai laba ditahan. Dana tersebut digunakan untuk menambah modal kerja perusahaan.
Dalam RUPST tersebut, B-LOG juga melaporkan realisasi penggunaan dana hasil IPO. Hingga 31 Desember 2025, dana bersih IPO sebesar Rp138.230.342.313 telah terserap 100%.
Uang hasil IPO tersebut digunakan untuk setoran modal kepada anak usaha, PT Simpan Sini Aja. Dana ini mendukung pembangunan gudang pendingin di Kabupaten Tangerang, Pontianak, dan Makassar. Perusahaan juga menggunakannya untuk membeli armada truk tipe cold dan dry.
Saat ini, B-LOG didukung oleh lebih dari 3.400 armada dan 126 titik operasional. Perusahaan memiliki 15 jaringan gudang. Kapasitas ini mampu melayani lebih dari 26.000 titik pengiriman setiap harinya.
Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan B-LOG, Wanny Wijaya menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan para pemegang saham.
“Pencapaian kinerja yang positif ini menjadi bahan bakar utama bagi Perseroan untuk terus mewujudkan visinya sebagai bagian penting dalam rantai pasok Indonesia,” ujar Wanny.
Wanny menjelaskan perusahaan akan terus memperkuat layanan third-party logistics (3PL). Strateginya melalui pengembangan jaringan operasional, pengelolaan aset, dan penggunaan teknologi adaptif. B-LOG juga fokus mengembangkan layanan cold chain untuk memenuhi kebutuhan distribusi pelanggan.
Selain pembagian laba, RUPST menyetujui beberapa agenda lainnya. Salah satunya adalah penunjukan Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan sebagai auditor untuk tahun buku 2026.
Rapat juga menetapkan honorarium dan tunjangan Dewan Komisaris maksimal sebesar Rp1 miliar untuk tahun 2026. Terakhir, pemegang saham menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar perusahaan. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.

