spot_img

Laba Bersih Melonjak 38,5%, Multikarya Asia Pasifik Raya (MKAP) Tebar Dividen Rp16,25 Miliar

STOCKWATCH (JAKARTA) – PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) membawa kabar gembira bagi para pemegang sahamnya. Emiten penyedia jasa penunjang minyak dan gas bumi ini memutuskan untuk membagikan dividen tunai.

Direktur Utama MKAP, Eric Handoko, menjelaskan keputusan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar hari ini, Senin (22/6/2026). MKAP mengalokasikan total dividen tunai sebesar Rp16,25 miliar dari laba bersih tahun buku 2025. Jika merujuk pada performa perusahaan, rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) kali ini mencapai 29,35% dari total laba bersih Perseroan sebesar Rp55,36 miliar.

Selain untuk dividen, MKAP menyisihkan Rp1 miliar sebagai dana cadangan. Sisanya, sebesar Rp38,11 miliar akan digunakan sebagai modal kerja perusahaan.

“Pembagian dividen tunai kepada para pemegang saham sebesar Rp16.250.000.000,” ujar Eric usai RUPST, di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Kinerja keuangan MKAP sepanjang 2025 memang cukup mengesankan. Pendapatan perseroan tumbuh 13,9% menjadi Rp405,6 miliar dibandingkan tahun 2024. Kenaikan pendapatan ini memicu lonjakan laba bersih sebesar 38,5% secara tahunan.

Perseroan berhasil mencatatkan ketahanan operasional di tengah ketidakpastian geopolitik dunia. “Tahun 2025 merupakan periode yang penuh tantangan sekaligus peluang bagi industri minyak dan gas bumi secara global,” kata Eric.

Dari sisi posisi keuangan, total aset MKAP pada akhir 2025 tercatat sebesar Rp521 miliar. Pertumbuhan aset ini didorong peningkatan piutang usaha sebesar 27,4%. Selain itu, aset tetap naik 18% atau senilai Rp25,3 miliar. Dana ini digunakan untuk fasilitas workshop baru di Duri, Riau, serta penambahan alat berat.

Kondisi liabilitas atau utang perusahaan juga membaik. MKAP berhasil menurunkan total liabilitas sebesar 14,7% atau setara Rp36,8 miliar. Langkah ini dilakukan melalui pelunasan pinjaman bank jangka pendek secara bertahap.

Ekuitas perseroan pun ikut meningkat 16,3% menjadi Rp323,4 miliar. Hal ini didukung oleh akumulasi laba bersih sepanjang tahun berjalan. Rasio keuangan MKAP juga terlihat sehat dengan Current Ratio pada angka 1,8 kali.

Struktur permodalan semakin kuat dengan penurunan Debt to Equity Ratio (DER). Rasio utang terhadap modal ini membaik dari 0,8 kali pada 2024 menjadi 0,6 kali pada 2025.

Eric menegaskan bahwa RUPST tersebut berjalan lancar. Seluruh agenda rapat, termasuk penetapan penggunaan laba bersih, mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham yang hadir.

“Secara keseluruhan, kinerja tahun 2025 menunjukkan keberhasilan perseroan dalam mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan,” pungkas Eric.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Direktur Medela Potentia (MDLA) Wimala Widjaja Borong 207.000 Saham di Atas Harga Pasar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Wimala Widjaja, salah seorang Direktur PT Medela...

RUPS Resources Alam (KKGI) Putuskan Dividen Rp12 per Saham dan Penambahan 5 KBLI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)  PT...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru