spot_img

KLBF Lepas Aset Tanah Rp36 Miliar ke Pihak Afiliasi, Simak Penjelasannya!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) baru saja melakukan transaksi jual beli aset tanah dan bangunan. Nilai gabungan dari transaksi ini mencapai Rp36,23 miliar. Kabar tersebut disampaikan manajemen dalam keterbukaan informasi di Jakarta.

Sekretaris Perusahaan KLBF, Maria Teresa Fabiola menjelaskan ada dua transaksi utama yang terjadi pada 29 Juni 2026. Transaksi pertama melibatkan langsung emiten farmasi ini. Transaksi kedua dilakukan oleh anak usahanya.

Pada Transaksi I, KLBF bertindak sebagai penjual. Pembelinya adalah Sanadi Boenjamin. Objeknya berupa delapan Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB). Lokasinya berada di Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Luas total tanah tersebut mencapai 1.641 m2. Nilai transaksinya sebesar Rp17,23 miliar. Dana ini belum termasuk biaya profesional lainnya.

Lalu pada Transaksi II, PT Mitra Sanadi Putra (MSP) menjual aset kepada PT Pharma Metric Labs (PML). Objeknya adalah satu SHGB di Kelurahan Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Lahan seluas 533 m2 ini dijual seharga Rp19 miliar.

Maria menyebut transaksi ini dilakukan karena adanya rencana investasi. “Transaksi dilakukan sehubungan dengan rencana investasi di sekitar wilayah Objek Transaksi oleh Pembeli,” tulis Maria dalam dokumen tersebut.

Hubungan afiliasi dalam transaksi ini cukup erat. Sanadi Boenjamin tercatat sebagai Komisaris di PT Enseval Putera Megatrading Tbk. Perusahaan tersebut merupakan pemegang 91,98% saham KLBF.

Selain itu, Sanadi juga pemilik 99% saham MSP yang bertindak sebagai penjual di transaksi kedua. Sementara itu, KLBF sendiri menguasai 81,64% saham PML sebagai pembeli.

Manajemen KLBF memastikan proses ini sudah sesuai aturan. Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Kusnanto & Rekan telah meninjau aspek keuangannya. Penilai independen ini memberikan pendapat wajar untuk transaksi tersebut.

“Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh, kami berpendapat Transaksi adalah wajar,” tulis laporan KJPP tersebut.

Pihak direksi juga menegaskan langkah ini tidak mengganggu operasional. Transaksi ini bukan termasuk transaksi material. Kelangsungan usaha perusahaan tetap terjaga dengan baik.

“Tidak ada dampak signifikan pada keuangan dan operasional yang dapat menggangu keberlangsungan usaha Perseroan,” ungkap Maria.

KLBF saat ini dipimpin oleh Bernadette Ruth Irawati Setiady sebagai Presiden Direktur. Sedangkan posisi Presiden Komisaris dijabat oleh Ronny Hadiana. Perusahaan farmasi ini memastikan seluruh informasi dalam laporan sudah diungkapkan secara jujur tanpa ada benturan kepentingan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Jadwal Lengkap Rights Issue Minna Padi (PADI), Catat Tanggal Cum dan Ex-Right!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk...

BHIT Absen Bagi Dividen 2025, RUPS Restui Private Placement 8,6 Miliar Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT)...

Perdana Gapura Prima (GPRA) Tebar Dividen Rp4,276 Miliar, Cair Tanggal 31 Juli 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Perdana Gapura Prima Tbk (GPRA) bersiap...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru