STOCKWATCH.ID (DOHA) – Harga minyak dunia tidak banyak berubah pada penutupan perdagangan Kamis (2/7/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (3/7/2026) WIB. Kondisi ini terjadi setelah Qatar menyatakan adanya kemajuan positif dalam pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Mengutip CNBC, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman September naik 0,23 USD ke posisi 71,80 USD per barel di London ICE Futures Exchange.
Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus bertambah 0,11 USD. Minyak WTI berakhir pada level 68,69 USD per barel di New York Mercantile Exchange.
Meskipun bergerak stabil, harga minyak tetap berada dalam tren penurunan. Komoditas ini berada di jalur kerugian mingguan keempat berturut-turut.
Mediator dari Qatar dan Pakistan menyelesaikan pertemuan terpisah dengan negosiator AS dan Iran di Doha pada Rabu waktu setempat. Juru bicara kementerian luar negeri Qatar menyampaikan melalui media sosial terkait perkembangan tersebut. Isu-isu terkait nota kesepahaman (MoU) telah mencapai “kemajuan positif”.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan sinyal optimis kepada wartawan. Trump menyebut negosiasi dengan Iran berjalan dengan baik.
“Mereka telah mengadakan pertemuan yang sangat baik dan kita lihat saja nanti,” ujar Trump.
Pembicaraan tidak langsung ini dimulai di Doha sejak Selasa. Utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner mengadakan pembicaraan melalui mediator Qatar. Keduanya tidak bertemu langsung dengan pejabat Iran.
Dorongan diplomatik baru ini menyusul peningkatan ketegangan pada akhir pekan lalu. Konflik tersebut sempat mengancam gencatan senjata 60 hari antara kedua negara. Iran menyerang dua kapal komersial yang memicu serangan balasan AS ke sasaran di dalam wilayah Iran.
Investor mulai memperhitungkan kemungkinan meredanya ketegangan jika negosiasi terus berlanjut. Hal ini mengurangi kekhawatiran atas potensi gangguan pasokan minyak di Timur Tengah.
ING memberikan analisis terkait optimisme pasar. Pihaknya menilai pasokan minyak dari Teluk Persia akan kembali normal meskipun sempat terjadi gejolak militer. Sentimen ini menjelaskan alasan Brent mengalami kuartal terburuk sejak awal tahun 2020.
Aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz juga menunjukkan pemulihan secara bertahap. ING memperkirakan total penyeberangan kapal tanker mencapai sekitar 11 unit pada hari Selasa.
Angka tersebut masih di bawah puncak pekan lalu yang mencapai 24 unit. Namun, arus lalu lintas masuk mulai meningkat. Kondisi ini menunjukkan pemilik kapal semakin percaya diri mengoperasikan kembali armadanya ke Teluk Persia.

