spot_img

Dukung Smelter KAI, Emiten Boy Thohir (ADRO) Jamin Transaksi Hedging USD 100 Juta

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) resmi memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee) untuk anak usahanya, PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI). Nilai jaminan tersebut dipatok maksimal sebesar USD 100 juta atau seratus juta Dolar Amerika Serikat.

Langkah ini diambil sehubungan dengan rencana KAI menandatangani International Swaps and Derivatives Association (ISDA) Master Agreement and Schedule. Perjanjian ini merupakan fasilitas lindung nilai (hedging) atas fluktuasi harga komoditas aluminium dengan lembaga keuangan internasional.

Manajemen ADRO menjelaskan KAI merupakan perusahaan terkendali yang 55,26% sahamnya dimiliki perseroan secara tidak langsung. Melalui jaminan ini, KAI diharapkan dapat menjaga stabilitas kinerja keuangan dari volatilitas harga pasar.

Kepastian ini sangat krusial mengingat KAI telah memulai pengujian dan commissioning smelter aluminium di Kalimantan Utara pada akhir 2025. Perusahaan ditargetkan mencapai kapasitas produksi penuh dan mulai melakukan penjualan aluminium secara komersial pada tahun 2026.

Iwan Dewono Budiyuwono, Presiden Direktur ADRO, menegaskan transaksi ini merupakan bagian dari komitmen strategis perseroan untuk diversifikasi ke sektor non-pertambangan batu bara. Hal ini sejalan dengan transformasi bisnis menuju ekonomi hijau.

“Transaksi telah melalui prosedur yang memadai dan memastikan bahwa transaksi tersebut dilaksanakan sesuai dengan praktik bisnis yang berlaku umum,” ujar Iwan dalam keterbukaan informasi, dikutip Jumat (3/7/2026).

Total nilai jaminan maksimal USD 100 juta tersebut merepresentasikan 1,998% dari ekuitas konsolidasian perseroan. Per 31 Desember 2025, total ekuitas ADRO tercatat sebesar USD 5.003.953.000 (sekitar USD 5 miliar). Karena nilainya di bawah 20% ekuitas, transaksi ini bukan merupakan transaksi material sesuai POJK 17/2020.

Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Desmar, Susanto, Salman & Rekan bertindak sebagai penilai independen dalam transaksi ini. Dalam laporannya nomor 00041/2.0142-00/BS/02/0177/1/VI/2026, penilai memberikan opini wajar.

“Penilai berpendapat bahwa Rencana Transaksi yang akan dilakukan adalah Wajar,” tulis laporan tersebut. Penilaian didasarkan pada analisis kualitatif dan kuantitatif untuk memastikan prinsip arm’s-length basis terpenuhi.

Emiten yang dinakhodai oleh Edwin Soeryadjaya sebagai Presiden Komisaris dan Garibaldi Thohir sebagai Wakil Presiden Komisaris ini menyatakan transaksi tersebut tidak mengandung benturan kepentingan. Seluruh jajaran Direksi dan Dewan Komisaris bertanggung jawab penuh atas kebenaran informasi yang disampaikan.

Saat ini, ADRO menjalankan kegiatan usaha sebagai perusahaan holding dan konsltasi manajemen untuk anak usaha di bidang pertambangan, perdagangan, logistik, hingga pengolahan air dan kehutanan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru