spot_img

Harga Emas Spot Melejit 2,2%, Pemicunya Data Tenaga Kerja AS dan Kebijakan Suku Bunga The Fed

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali mencetak penguatan signifikan pada perdagangan Kamis (2/7/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (3/7/2026) WIB. Kenaikan harga ini dipicu oleh data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan. Kondisi tersebut menurunkan ekspektasi pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) tahun ini.

Mengutip CNBC, harga emas spot melonjak 2,2% ke posisi USD 4.117,63 per ons troi. Di pasar berjangka AS, kontrak emas naik 1,2% menjadi USD 4.130,10 per ons troi.

Indeks dolar AS terpantau turun 0,7%. Pelemahan ini membuat logam mulia yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

David Meger, Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, memberikan analisanya terkait lonjakan harga tersebut. Ia menilai data pekerjaan sangat memengaruhi daya tarik emas.

“Angka pekerjaan yang lebih rendah dari perkiraan menunjukkan kemungkinan kenaikan suku bunga yang lebih kecil pada akhir tahun ini. Seperti yang kita ketahui, emas cenderung berkinerja lebih baik dalam lingkungan suku bunga yang lebih rendah,” ujar David Meger.

Ia menambahkan kondisi tersebut memicu reli signifikan di pasar emas. Laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan ekonomi hanya menambah 57.000 pekerjaan bulan lalu. Angka ini jauh di bawah estimasi para ekonom sebesar 110.000 pekerjaan. Adapun tingkat pengangguran berada di level 4,2%.

Data ini memperkuat laporan sebelumnya pada Rabu yang menunjukkan penggajian swasta AS tumbuh lebih rendah dari perkiraan pada Juni. Berdasarkan alat CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga pada September kini turun menjadi 51%, dari sebelumnya 66% sebelum data dirilis.

Ketua The Fed, Kevin Warsh, menyatakan ekspektasi dan risiko inflasi telah menurun dalam beberapa pekan terakhir. Namun, ia kembali menegaskan komitmen bank sentral untuk membawa inflasi turun ke target 2%.

“Ekspektasi inflasi dan risiko inflasi telah turun dalam beberapa pekan terakhir,” kata Kevin Warsh.

Sentimen positif emas juga datang dari sektor perbankan sentral. World Gold Council (WGC) melaporkan bank-bank sentral kembali melakukan aksi beli pada Mei. Cadangan emas resmi meningkat sebesar 41 ton secara bersih selama bulan tersebut.

Dari sisi geopolitik, ketegangan di Timur Tengah masih membayangi pasar. Iran dan Amerika Serikat telah menyelesaikan putaran pembicaraan tidak langsung pada Rabu di Qatar. Namun, belum ada tanda-tanda kemajuan menuju perdamaian abadi.

Pergerakan logam mulia lainnya terpantau bervariasi. Harga perak spot turun tipis 0,02% menjadi USD 30,73 per ons troi. Sementara itu, harga platinum spot naik 0,33% ke level USD 984,35 per ons troi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Minyak Dunia Stabil Usai Donald Trump Sebut Negosiasi AS-Iran Berjalan Baik

STOCKWATCH.ID (DOHA) – Harga minyak dunia tidak banyak berubah...

Jelang Rilis Data Tenaga Kerja, Stock Futures AS Stagnan

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Pergerakan stock futures atau kontrak...

Dipicu Dua Sentimen Krusial Ini, Harga Emas Global Langsung Terbang Lewati USD 4.000

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melonjak lebih dari...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru