STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT iForte Solusi Infotek (iForte) mengumumkan perubahan dan tambahan informasi Penawaran Tender Sukarela (VTO) saham PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST). Aksi korporasi ini bertujuan memuluskan rencana IBST berubah status menjadi perusahaan tertutup (Go Private) dan penghapusan pencatatan saham (Delisting).
Anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) ini akan membeli maksimal 650.832 saham milik pemegang saham publik. Jumlah tersebut mewakili 0,05% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh IBST.
Manajemen iForte menetapkan harga penawaran Rp5.400 per saham. Harga ini berada di atas rata-rata harga tertinggi perdagangan harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 90 hari terakhir, yakni Rp5.374 per saham. Keputusan harga ini mengikuti ketentuan POJK 45/2024 dan POJK 54/2015.
Dalam surat kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor 009/ISI-OJK/EXT/SL-HS/CS/VII/26, Wakil Presiden Direktur iForte, Silvi Liswanda menyebutkan VTO dilaksanakan setelah mendapat persetujuan RUPSLB IBST pada 5 Juni 2026. Saat ini, iForte sudah menguasai 1.350.254.095 saham IBST atau setara 99,95%.
“Bersama ini kami sampaikan Perubahan dan/atau Tambahan Informasi atas Pernyataan Penawaran Tender Sukarela yang dilaksanakan oleh Perseroan atas saham-saham Perusahaan Sasaran,” tulis Silvi Liswanda dan Direktur iForte, Handoko Siputro dalam dokumen tertanggal 3 Juli 2026.
Periode penawaran tender sukarela dijadwalkan berlangsung pada 6 Juli hingga 4 Agustus 2026. Pembayaran kepada pemegang saham yang berpartisipasi akan dilakukan paling lambat 14 Agustus 2026. iForte memiliki kecukupan dana untuk transaksi ini melalui dukungan PT Bank Central Asia Tbk berdasarkan surat nomor 4922/MBA/2026.
Jika target penurunan jumlah pemegang saham di bawah 50 pihak belum tercapai, iForte berencana memperpanjang masa VTO sebanyak dua kali. Masing-masing perpanjangan berlangsung selama 30 hari. Perusahaan juga mempertimbangkan opsi permohonan afwezigheid atau ketidakhadiran ke pengadilan negeri jika diperlukan.
iForte mengungkapkan sedang menjalani proses pemeriksaan di Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Perkara ini berkaitan dugaan keterlambatan satu hari kerja dalam pelaporan akuisisi saham PT MCP Indo Utama. Meski demikian, manajemen memastikan sengketa tersebut tidak mengganggu kondisi keuangan maupun pelaksanaan VTO.
Kinerja keuangan IBST per 31 Maret 2026 mencatatkan total aset Rp4,34 triliun. Perusahaan meraih pendapatan Rp198,56 miliar dengan laba periode berjalan Rp45,37 miliar pada kuartal pertama 2026. Setelah Go Private, IBST akan tetap menjalankan kegiatan usaha penyediaan menara telekomunikasi sesuai Anggaran Dasar.
Dalam pelaksanaan VTO ini, iForte menunjuk PT Bahana Sekuritas sebagai Perusahaan Efek. Sementara, PT Raya Saham Registra bertindak sebagai Biro Administrasi Efek (BAE) yang berlokasi di Plaza Sentral, Jakarta.
Berikut Jadwal Penawaran Tender Sukarela (VTO) IBST:
- Pernyataan Efektif OJK: 2 Juli 2026
- Periode Penawaran VTO: 6 Juli – 4 Agustus 2026
- Tanggal Penutupan: 4 Agustus 2026 (Pukul 16.00 WIB)
- Tanggal Pembayaran: 14 Agustus 2026

