spot_img

Buat Beli Batubara, DAAZ Kembali Kucurkan Pinjaman Rp8,25 Miliar ke Anak Usaha

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)-Manajemen PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) mengungkapkan, Perseroan kembali mengucurkan pinjaman dana sebesar Rp8,25 miliar kepada  anak usahanya, PT Bara Makmur Dwitama (BMD), pada tanggal 3 Juli 2026.  Dana tersebut akan digunakan oleh BMD untuk  kebutuhan modal kerja pembelian batubara.

Direksi DAAZ dalam pengumuman yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, Jumat 3 Juli  2026 mengatakan, dengan tambahan kucuran pinjaman tersebut, maka total dana yang diberikan ke BMD meningkat menjadi Rp98,15 miliar, dari semula Rp89,9 miliar.

Adapun dana yang dipinjamkan oleh Perseroan kepada BMD berasal dari hasil penerbitan Obligasi  Berkelanjutan I DAAZ Tahun 2025. Pinjaman ini sesuai dengan rencana penggunaan dana obligasi.  “Terkait pinjaman ini, BMD dikenakan bunga sebesar 8,85% per tahun dengan jangka waktu 370 hari sejak tanggal perjanjian pinjaman,” tulis Direksi DAAZ dalam laporannya.

DAAZ berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp3,55 triliunada kuartal I 2026, naik 15,56%, dari Rp3,07 triliun pada periode sama 2025. Kontributor terbesar pendapatan DAAZ pada Januari-Maret 2026 bdari penjualan bahan bakar solar yakni sebesar Rp1,989 triliun.

Pertumbuhan pendapatan disertai kenaikan pos beban pokok pendapatan, beban usaha, serta beban keuangan. Akibatnya, laba bersih emiten perdagangan komoditas ini turun 13,36% menjadi Rp83,95 miliar pada kuartal I 2026, dibandingkan Rp96,90 miliar pada kuartal I 2025.

Seperti diketahui, PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) merupakan Perusahaan yang didirikan pada tahun 2009 dan bergerak di bidang perdagangan komoditas, yang berfokus pada mineral. Melalui entitas anak, DAAZ telah memperluas bisnis ke layanan pengiriman dan pertambangan untuk menyediakan solusi komprehensif dalam rantai perdagangan industri mineral.

Bisnis utama Daaz Barata Lestari (DAAZ) meliputi perdagangan bijih nikel, perdagangan bahan bakar, perdagangan batu bara, pengiriman barang, dan jasa pertambangan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Berdikari Pondasi Perkasa (BDKR) Tebar Dividen Rp11,950 Miliar, Catat Tanggal Cum Date

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Berdikari...

Direktur SRTG Devin Wirawan Borong 834.700 Lembar Saham Perusahaan di Harga Rp1.560

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Devin Wirawan, salah seorang Direktur PT Saratoga...

Tak Bagi Dividen, Ini Hasil Lengkap RUPST Ginting Jaya Energi (WOWS)

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Ginting Jaya Energi Tbk (WOWS) memutuskan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru