STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT PP Persero Tbk (PTPP) berhasil membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp193,46 miliar pada semester I 2026, melonjak196,5% jika dibandingkan Rp65,25 miliar pada semester I 2025.
Lonjakan laba di tengah penurunan pendapatan tersebut, menurut laporan keuangan per 30 Juni yang disampaikan ke BEI, Senin 20 Juli 2026 terutama karena ditunjang oleh laba selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan PTPP sebesar Rp51,10 miliar pada semester I 2026, melejit 1.206,54% dari Rp3,91 miliar pada semester I 2025.
Meskl laba melonjak tajam, pendapatan bersih Perseroan turun 11,2% menjadi Rp5,96 triliun pada semester I 2026, dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,71 triliun.
Sejalan dengan penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan turun 10,18% menjadi Rp5,20 triliun dari Rp5,79 triliun pada semester I 2025. Namun, laba kotor PTPP turun 17,49% jadi Rp760,77 miliar pada semester I 2026, dari Rp922,13 miliar pada periode sama 2025.
Emiten kosntruksi ini juga menghadapi tekanan akibat tingginya beban keuangan, meski sejumlah pos pendapatan lain dan kontribusi dari ventura bersama masih memberikan dukungan terhadap hasil usaha Perseroan.
Di sisi operasional, perseroan mencatat beban usaha sebesar Rp368,86 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp409,67 miliar pada semester I 2025. Kerugian penurunan nilai juga turun tipis menjadi Rp130,06 miliar dari Rp134,66 miliar. Namun, tekanan terbesar datang dari beban keuangan yang melonjak menjadi Rp1,05 triliun, Rp807,27 miliar pada semester I 202
Perseroan masih memperoleh kontribusi positif dari ventura bersama sebesar Rp378,39 miliar, meski turun dari Rp434,52 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Bagian laba dari entitas asosiasi juga menyumbang Rp16,62 miliar, lebih rendah dariRp17,83 miliar semester I 2025.
Sementara itu, pendapatan lainnya meningkat signifikan menjadi Rp877,27 miliar dari Rp595,69 miliar. Di sisi lain, beban lainnya turun menjadi Rp258,94 miliar dari Rp379,38 miliar. Perseroan mencatat beban pajak final Rp193,56 miliar, naik dari Rp167,32 miliar pada semester I 2025.
Setelah memperhitungkan seluruh pendapatan dan beban, laba sebelum pajak PTPP tercatat sebesar Rp35,38 miliar, anjlok 50,8% dibandingkan periode sama 2025 sebesar Rp71,88 miliar.
Beban pajak penghasilan bersih tercatat Rp18,01 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp20,61 miliar pada semester I 2025. Alhasil, laba tahun berjalan yang dibukukan perseroan mencapai Rp17,37 miliar, merosot 66,1% dibandingkan Rp51,27 miliar pada semester I tahun lalu.
Dari sisi neraca keuangan, PTPP mencatat total asset sebesar Rp43,36 miliar per Juni 2026, naik dibanding Rp42,98 triliun per Desember 2025. Jumlah liabilitas dan ekuitas Perseroan per Juni 2026, masing-masing sebesar Rp38,98 triliun dan Rp4,37 triliun.

