spot_img

Resmi Lepas dari Suspensi BEI, Begini Beda Nasib Pergerakan Saham ALKA dan MPRO

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut suspensi perdagangan saham PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) dan PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO). Investor sudah bisa kembali mentransaksikan kedua saham ini mulai perdagangan sesi I, Selasa, 28 Juli 2026.

Pande Made Kusuma Ari A., Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, menyampaikan pengumuman ini melalui keterbukaan informasi. Pencabutan suspensi berlaku untuk perdagangan di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai.

“Suspensi atas perdagangan saham PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai tanggal 28 Juli 2026,” tulis Pande dalam pengumumannya. Pernyataan serupa juga disampaikan untuk saham MPRO melalui surat terpisah.

Sebelumnya, otoritas bursa menghentikan sementara perdagangan ALKA dan MPRO pada 27 Juli 2026. Langkah tersebut diambil akibat terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada kedua saham tersebut.

Tindakan cooling down ini bertujuan memberikan perlindungan bagi investor. Dengan adanya jeda perdagangan, pelaku pasar diharapkan memiliki waktu cukup untuk mempertimbangkan setiap informasi sebelum mengambil keputusan investasi.

Harga Saham

Pasca pembukaan suspensi, saham ALKA menunjukkan performa yang cukup agresif. Berdasarkan data RTI Business pukul 09.12 WIB, ALKA bertengger di level Rp1.715 per saham. Nilai ini melonjak 24,73% atau naik Rp340 dibandingkan harga pembukaan Rp1.420 per saham.

Sepanjang pagi ini, ALKA bergerak pada rentang Rp1.420 hingga Rp1.715 per saham. Volume perdagangan tercatat sebanyak 74,90 ribu saham dengan nilai transaksi (turnover) mencapai Rp124,10 juta.

Frekuensi perdagangan saham ALKA mencapai 95 kali dengan rata-rata harga Rp1.656,90. Saat ini, kapitalisasi pasar perusahaan tercatat sebesar Rp870,65 miliar.

Pergerakan positif ALKA ini terjadi di tengah lesunya pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru terpantau melemah 0,24% atau turun 14,648 poin ke level 6.171,135. Sementara itu, nilai transaksi di pasar secara keseluruhan mencapai Rp1,086 triliun.

Berbeda dengan ALKA, saham MPRO justru terpantau melemah. Hingga pukul 09.25 WIB, harga saham MPRO turun 1,04% atau terkoreksi Rp150 ke posisi Rp14.275 per saham. Padahal, pada awal perdagangan MPRO sempat dibuka pada level Rp17.250 per saham.

Volume transaksi MPRO tercatat sebanyak 3,80 ribu saham dengan nilai Rp56,10 juta. Frekuensi perdagangan mencapai 26 kali dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp141,93 triliun.

Pergerakan kedua saham ini terjadi saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang mengalami tekanan. IHSG terpantau melemah 0,24% atau turun 14,648 poin ke level 6.171,135 dengan total nilai transaksi pasar mencapai Rp1,086 triliun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

INKP Siapkan Dana USD5,82 Juta untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo Oktober 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indah Kiat Pulp & Paper...

Direktur KKES Laporkan Kepemilikan 100 Saham, Harga Rp1 Triliun per Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Direktur PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk...

Harga Bergerak Signifikan, BEI Pantau Ketat Pergerakan Tiga Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang memantau ketat...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru