STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) indeks Dow Jones Industrial Average bergerak tipis pada Senin malam (27/7/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (28/7/2026) WIB. Pergerakan ini terjadi setelah indeks utama tersebut mencatatkan penguatan selama dua hari berturut-turut. Investor kini sedang waspada menanti laporan laba perusahaan raksasa dan keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.
Mengutip CNBC, Dow futures naik 24 poin atau 0,05%. Kontrak berjangka S&P 500 sedikit melemah 0,03%. Sementara itu, Nasdaq 100 futures turun 0,2%.
Wall Street baru saja melewati sesi perdagangan yang cukup bervariasi. Indeks Dow Jones naik lebih dari 260 poin atau sekitar 0,5%. S&P 500 juga mencatat kenaikan tipis berkat penurunan harga minyak dunia setelah meredanya konflik di Timur Tengah.
Namun, indeks Nasdaq Composite justru berakhir turun 0,2% pada penutupan perdagangan sebelumnya. Pelemahan saham-saham semikonduktor menjadi beban bagi indeks yang didominasi sektor teknologi tersebut.
Minggu ini akan menjadi pekan yang sangat menentukan bagi pasar saham. Perusahaan besar seperti Amazon, Meta Platforms, Microsoft, dan Apple akan melaporkan kinerja keuangan mereka. Fokus utama investor adalah melihat sejauh mana perusahaan-perusahaan ini terus berbelanja untuk teknologi kecerdasan buatan (AI).
Stephanie Link, Chief Investment Strategist di Hightower, memberikan pandangannya terkait pengeluaran perusahaan-perusahaan besar ini. Ia menilai belanja modal yang besar bisa memberikan tekanan jangka pendek pada harga saham.
“Kita akan mendengar dari semua hyperscalers minggu ini yang akan meningkatkan belanja modal lebih lanjut. Jadi saham-saham tersebut mungkin berada di bawah tekanan,” ujar Link. “Itu bagus selama para hyperscalers berbelanja. Hal tersebut membantu ekonomi kita.”
Selain laporan laba, perhatian pasar tertuju pada pertemuan The Fed pada Rabu mendatang. Investor memperkirakan bank sentral akan menahan suku bunga pada pertemuan Juli ini. Namun, pelaku pasar mencari kepastian mengenai langkah kebijakan moneter ke depan.
Berdasarkan data CME FedWatch Tool, pasar mulai memperhitungkan peluang kenaikan bunga sebesar seperempat poin pada September mendatang. Pada Selasa, para pedagang juga akan memantau rilis laporan kepercayaan konsumen.
Beberapa perusahaan besar dijadwalkan merilis laporan keuangan sebelum bel pembukaan perdagangan Selasa. Nama-nama tersebut mencakup Coca-Cola, UPS, Corning, dan Boeing.
Investor juga terus memantau pergerakan harga minyak mentah dan pasar obligasi. Harga minyak mentah Brent saat ini berada di bawah 90 USD per barel seiring jeda konflik antara AS dan Iran. Sementara itu, imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun sedikit turun ke kisaran 4,65%.

