STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Temas Tbk (TMAS) mencetak kinerja keuangan gemilang pada paruh pertama tahun 2026. Emiten jasa pelayaran ini berhasil meraup laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp441,57 miliar per 30 Juni 2026.
Jumlah tersebut melambung 54,28% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp286,22 miliar. Berdasarkan laporan keuangan interim yang dipublikasikan baru-baru ini, pertumbuhan laba sejalan dengan kenaikan pendapatan Perseroan.
TMAS membukukan total pendapatan sebesar Rp2,68 triliun hingga Juni 2026. Capaian ini tumbuh 29,32% dari Rp2,07 triliun pada semester I 2025. Pendapatan dari pasar domestik menjadi tulang punggung dengan nilai Rp2,65 triliun, sementara pasar ekspor berkontribusi Rp28,16 miliar.
Dilihat dari jenis usahanya, jasa pelayaran menyumbang kontributor terbesar senilai Rp2,59 triliun. Sisanya berasal dari jasa bongkar muat yang mencapai Rp89,20 miliar. Sebagian besar pendapatan atau senilai Rp2,67 triliun berasal dari pelanggan pihak ketiga.
Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan TMAS juga naik menjadi Rp2,05 triliun dari Rp1,68 triliun. Namun, perusahaan tetap mampu meningkatkan laba kotor sebesar 58,31% menjadi Rp628,66 miliar.
Perseroan juga melakukan pengelolaan biaya operasional. Beban penjualan turun menjadi Rp108,39 miliar dari sebelumnya Rp115,87 miliar. Di sisi lain, beban bunga dan keuangan naik menjadi Rp44,08 miliar dari Rp34,09 miliar pada tahun lalu.
Dalam laporan keuangannya, manajemen TMAS memberikan penegasan terkait keabsahan data tersebut. “Dokumen ini merupakan dokumen resmi PT Temas Tbk. yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara elektronik. PT Temas Tbk. bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini,” tulis manajemen.
Kekuatan neraca perusahaan juga menunjukkan tren positif. Total aset TMAS per 30 Juni 2026 mencapai Rp5,99 triliun. Posisi ini meningkat 13,34% jika dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 yang sebesar Rp5,29 triliun.
Peningkatan aset didorong oleh pertumbuhan aset tetap yang mencapai Rp3,66 triliun. Selain itu, kas dan setara kas Perseroan tercatat sebesar Rp381,40 miliar.
Hingga akhir Juni 2026, total liabilitas Perseroan berada di level Rp2,65 triliun. Angka ini naik dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp2,14 triliun. Sementara itu, total ekuitas TMAS tercatat sebesar Rp3,35 triliun, meningkat dari Rp3,15 triliun pada Desember 2025.

