STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Senin sore (27/7/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (28/7/2026) WIB. Indeks Dow Jones berhasil menguat di tengah penurunan tajam harga minyak mentah. Namun, saham-saham sektor teknologi masih mengalami tekanan.
Mengutip CNBC, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York naik 262,83 poin atau 0,51% ke level 52.210,08. Indeks S&P 500 (SPX) juga bertambah tipis 0,02% dan berakhir di posisi 7.413,18. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, melemah 0,18% menjadi 24.932,08.
Penguatan Dow Jones mendapat bantuan dari meredanya harga minyak dunia. Kondisi ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran menghentikan sementara serangan mereka. Minyak mentah Brent untuk pengiriman September merosot 8,7% menjadi 88,36 USD per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga anjlok 7,5% ke posisi 82,61 USD per barel.
Di sisi lain, saham sektor semikonduktor atau chip justru mengalami penurunan. VanEck Semiconductor ETF (SMH) kehilangan lebih dari 2%. Saham AMD turun 5% dan Teradyne merosot 4%. Saham Micron Technology juga terpangkas sekitar 2%.
Tekanan pada saham teknologi bertambah setelah muncul laporan Tiongkok mulai mengembangkan mesin litografi ultraviolet dalam (DUV). Mesin ini digunakan untuk membuat chip canggih. Kabar tersebut membuat saham ASML yang tercatat di bursa AS jatuh hampir 6%.
Thomas Martin, Senior Portfolio Manager dan Partner di Globalt Investments, memberikan analisanya kepada CNBC. Ia menyoroti tingginya ketidakpastian yang melibatkan perusahaan asal Tiongkok.
“Ada begitu banyak ketidakpastian tentang apa yang terjadi dengan perusahaan-perusahaan Tiongkok,” ujar Martin. “Anda memiliki banyak persaingan dan kemajuan teknologi … di pasar produk yang sangat ketat.”
Martin menilai investor saat ini sedang mengatur ulang investasi mereka. Hal ini menyusul adanya tanda-tanda gelembung kecerdasan buatan atau AI yang mulai mengempis. Sektor jasa komunikasi dan kebutuhan pokok konsumen menjadi penampil terbaik pada sesi kali ini.
“Ada ketidakpastian yang luar biasa di dunia teknologi,” tambah Martin. “Terdapat banyak ketidakpastian di kalangan investor mengenai posisi akhir dari hal ini dan apakah mereka ingin memposisikan ulang sebagian uang mereka.”
Pasar kini menanti laporan keuangan kuartalan dari perusahaan raksasa. Amazon, Apple, Meta Platforms, dan Microsoft dijadwalkan akan merilis data keuangan mereka minggu ini. Hasil laporan ini akan menentukan arah investasi pada sektor AI ke depan.
Fokus investor juga tertuju pada keputusan suku bunga bank sentral AS atau The Fed pada Rabu mendatang. Sebagian besar pasar memprediksi kenaikan suku bunga akan terjadi pada September. Namun, data CME FedWatch Tool menunjukkan adanya peluang kenaikan sebesar 0,25% pada pekan ini

