spot_img

TAMU Targetkan Pendapatan Tumbuh di Atas 5% pada 2026, Bidik Revenue USD4,75 Juta

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) menargetkan kinerja yang lebih baik pada 2026. Perseroan memproyeksikan pendapatan tumbuh lebih dari 5% seiring peluang baru dari meningkatnya aktivitas industri minyak dan gas (migas), pertambangan, serta distribusi logistik domestik.

Dalam materi paparan publik yang disampaikan ke BEI, Senin (27/7/2026), manajemen TAMU mengemukakan bahwa prospek industri pelayaran nasional masih positif, terutama didorong meningkatnya eksplorasi dan produksi migas serta munculnya berbagai tender baru.

Menurut manajemen TAMU, prospek industri pelayaran nasional tetap positif, didukung aktivitas proyek migas, pertambangan, dan distribusi logistik domestik. “Peningkatan eksplorasi dan produksi migas serta tender baru membuka peluang,” tulis manajemen TAMU.

Selain itu, manajemen TAMU menegaskan, Perseroan memproyeksikan pertumbuhan pendapatan di atas 5% pada 2026. Untuk mencapai target tersebut, Tamarin Samudra membidik pendapatan sebesar USD4,75 juta pada 2026.

Perseroan juga menargetkan laba usaha mencapai USD1,94 juta dan laba tahun berjalan sebesar USD1,18 juta. Target lainnya meliputi aset sebesar USD32,22 juta, liabilitas USD13,24 juta, ekuitas USD16,94 juta, serta gearing ratio 69,76%.

Manajemen TAMU menyiapkan tiga strategi utama untuk mendukung target tersebut. Pertama, memperkuat pasar melalui perluasan basis pelanggan, memperoleh kontrak baru, menjalin kerja sama strategis, dan meningkatkan aktivitas pemasaran.

Kedua, meningkatkan keunggulan operasional dengan mengoptimalkan utilisasi armada, meningkatkan kualitas armada, menekan biaya operasional melalui efisiensi mesin, serta menjaga kelancaran layanan. Ketiga, memperkuat aspek keuangan dan tata kelola melalui pengendalian biaya yang lebih akurat, penguatan modal kerja, serta kepatuhan dan keterbukaan informasi.

Sepanjang 2025, Tamarin Samudra masih membukukan pendapatan sebesar USD4,53 juta, turun 10,87% dibandingkan 2024. Meski demikian, rugi tahun berjalan berhasil ditekan menjadi USD1,61 juta atau berkurang 78,16% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bruto juga berbalik positif menjadi USD2,39 juta dari rugi bruto pada 2024.

Dari sisi neraca, total aset Perseroan mencapai USD37,11 juta pada 2025, naik 7,36% dibandingkan tahun sebelumnya. Liabilitas meningkat 25,95% menjadi USD20,17 juta, sedangkan ekuitas turun 8,69% menjadi USD16,94 juta.

Pada sisi operasional, bisnis utama Perseroan tetap berfokus pada penyewaan kapal penunjang kegiatan lepas pantai (offshore). Perseroan juga menyediakan layanan pendukung seperti catering, housekeeping, pest control, transshipment, dan agency.

Strategi pemasaran dilakukan melalui partisipasi dalam tender terbuka, dengan fokus pada optimalisasi utilisasi armada, efisiensi operasional, serta memperkuat hubungan dengan pelanggan strategis.

Selama 2025, pendapatan terbesar berasal dari jasa charter hire sebesar USD4,07 juta atau berkontribusi 89,85% terhadap total pendapatan. Dari sisi pelanggan, Pertamina PHE OSES menjadi kontributor terbesar dengan nilai USD3,41 juta atau 75,37% dari total pendapatan. Sementara PT Suasa Benua Sukses menyumbang USD1,12 juta atau 24,63% dari total pendapatan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Perry Warjiyo Mundur, CELIOS: Pukulan Telak bagi Sektor Moneter, Independensi BI Terancam

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – Direktur Eksekutif Center of Economic and...

Perry Warjiyo Mundur, Analis Sebut Independensi Bank Indonesia Hadapi Ujian Besar Pasca P2SK

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan...

Perry Warjiyo Mundur, Destry Damayanti Ditunjuk Jadi Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bank Indonesia (BI) menunjuk Deputi Gubernur...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru