spot_img

Laba Bersih Unilever Indonesia (UNVR) Melonjak 37,77% Jadi Rp2,97 Triliun di Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp2,97 triliun pada semester I 2026. Perolehan ini melonjak 37,77% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp2,16 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 Juni 2026 yang dipublikasikan Selasa (28/7/2026), kenaikan laba bersih ini sejalan dengan pertumbuhan penjualan bersih Perseroan. UNVR mencatatkan penjualan sebesar Rp16,90 triliun hingga akhir Juni 2026. Angka ini tumbuh 7,05% dibandingkan Rp15,79 triliun pada semester I 2025.

Pasar dalam negeri masih menjadi kontributor utama pendapatan dengan nilai Rp16,40 triliun atau mencakup 97% dari total penjualan. Sementara itu, penjualan ekspor menyumbang sebesar Rp501,78 miliar.

Jika dilihat per segmen, kategori Kebutuhan Rumah Tangga dan Perawatan Tubuh menyumbang pendapatan terbesar yakni Rp12,37 triliun. Disusul oleh segmen Makanan dan Minuman yang berkontribusi sebesar Rp4,53 triliun.

Seiring dengan kenaikan penjualan, beban pokok penjualan UNVR juga mengalami peningkatan sebesar 10,52% menjadi Rp9,02 triliun dari sebelumnya Rp8,17 triliun. Meski demikian, laba bruto Perseroan tetap tumbuh 3,33% menjadi Rp7,87 triliun pada paruh pertama tahun ini.

Manajemen UNVR juga terus berupaya menjaga efisiensi operasional. Beban pemasaran dan penjualan berhasil ditekan menjadi Rp3,67 triliun dari Rp3,68 triliun pada tahun sebelumnya. Namun, beban umum dan administrasi naik menjadi Rp1,67 triliun dari Rp1,40 triliun.

Lonjakan laba bersih pada periode ini juga didorong oleh keuntungan dari pelepasan operasional yang dihentikan. UNVR mencatatkan laba penjualan operasi yang dihentikan setelah pajak sebesar Rp887,86 miliar. Keuntungan ini berasal dari pengalihan bisnis teh merek SariWangi kepada PT Savoria Kreasi Rasa yang tuntas pada 2 Maret 2026 dengan nilai transaksi Rp1,5 triliun.

Presiden Direktur UNVR, Benjie Yap, menegaskan komitmen Perseroan terhadap kepatuhan penyajian laporan keuangan. “Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Pengungkapan yang ada di dalamnya sudah lengkap dan akurat,” kata Benjie dalam pernyataan tertulisnya.

Ia juga menambahkan bahwa manajemen bertanggung jawab penuh atas pengendalian internal perusahaan. “Laporan keuangan tidak mengandung informasi yang tidak benar, dan kami tidak menghilangkan informasi atau fakta yang material,” ujar Benjie.

Hingga 30 Juni 2026, total aset Unilever Indonesia tercatat sebesar Rp16,45 triliun, menyusut 17,80% dibandingkan posisi Desember 2025 yang sebesar Rp20,02 triliun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya saldo kas dan setara kas yang berada di angka Rp1,74 triliun dari posisi awal tahun sebesar Rp5,71 triliun.

Dari sisi liabilitas, UNVR mencatatkan total utang sebesar Rp13,43 triliun per Juni 2026, turun dari Rp15,54 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, total ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp3,02 triliun, menurun dari Rp4,48 triliun pada Desember 2025. Penurunan ekuitas ini dipengaruhi oleh pembagian dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp4,33 triliun yang telah dibayarkan pada Juni 2026.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Laba Bersih Indosat (ISAT) Melonjak 84,5% Jadi Rp4,31 Triliun pada Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indosat Tbk (ISAT) membukukan kinerja...

Pendapatan Tembus Rp2,68 Triliun, Laba Temas (TMAS) Melesat 54,28% di Semester I-2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Temas Tbk (TMAS) mencetak kinerja...

Pendapatan Susut, Laba Bersih SUNI Turun 35% Jadi Rp58,4 Miliar di Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) mengantongi...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru