spot_img

Pendapatan Susut, Laba Bersih SUNI Turun 35% Jadi Rp58,4 Miliar di Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) mengantongi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp58,40 miliar pada semester I 2026. Perolehan laba ini turun 35,60% jika dibandingkan Rp90,69 miliar pada periode yang sama tahun 2025.

Menurut laporan keuangan per Juni 2026 yang dipublikasikan Senin (27/7/2026), penurunan laba bersih ini sejalan dengan merosotnya pendapatan Perseroan. Penjualan SUNI tercatat sebesar Rp324,29 miliar pada paruh pertama 2026. Angka tersebut turun 26% dari Rp438,17 miliar pada periode serupa tahun sebelumnya.

Penjualan SUNI selama enam bulan pertama tahun ini masih didominasi oleh produk oil country tubular goods senilai Rp283,39 miliar. Selain itu, kontribusi pendapatan juga berasal dari penjualan wellhead dan christmas tree sebesar Rp26,12 miliar, serta pendapatan lainnya mencapai Rp14,31 miliar. Sementara itu, pendapatan dari jasa pemeliharaan teknis (wellhead engineering service) menyumbang Rp337,50 juta.

Manajemen SUNI mencatat ada empat pelanggan utama yang memberikan kontribusi di atas 10% terhadap total penjualan. Mereka adalah PT Appipa Indonesia dengan porsi 36% atau Rp115,32 miliar. Disusul Irawady Petroleum Logistic Pte., Ltd. sebesar 25% (Rp79,85 miliar), Grup Pertamina 19% (Rp62,79 miliar), dan PT Industri Pipa Indonesia 12% (Rp38,14 miliar).

Seiring penurunan pendapatan, beban pokok penjualan Perseroan juga turun menjadi Rp213,23 miliar dari sebelumnya Rp295,90 miliar. Meski demikian, laba kotor SUNI terkoreksi menjadi Rp111,06 miliar dari Rp142,27 miliar pada Juni 2025.

Di sisi lain, beban usaha SUNI mengalami kenaikan menjadi Rp39,21 miliar dari sebelumnya Rp34,83 miliar. Hal ini berdampak pada laba sebelum pajak yang turun menjadi Rp73,98 miliar dibandingkan Rp112,17 miliar pada periode tahun lalu.

Dalam surat pernyataannya, Direktur Utama SUNI, Willy Johan Chandra, menjamin keabsahan laporan keuangan tersebut. “Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan telah disusun dan sajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum,” ujar Willy.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh informasi dalam laporan keuangan telah dimuat secara lengkap dan benar. “Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material,” tegas Willy.

Direktur SUNI, Freddy Soejandy, juga turut menandatangani laporan tanggung jawab tersebut sebagai bentuk kepatuhan terhadap sistem pengendalian intern perusahaan.

Hingga 30 Juni 2026, total aset Sunindo Pratama tercatat sebesar Rp1,19 triliun. Angka ini tumbuh 6,25% dari posisi akhir Desember 2025 yang sebesar Rp1,12 triliun. Kenaikan aset didorong oleh pertumbuhan aset lancar yang mencapai Rp507,70 miliar.

Adapun total liabilitas SUNI per Juni 2026 berada di angka Rp295,92 miliar, naik dari Rp255,25 miliar pada akhir tahun 2025. Sementara itu, total ekuitas Perseroan menguat menjadi Rp896,00 miliar dari posisi sebelumnya sebesar Rp863,13 miliar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Laba Bersih Indosat (ISAT) Melonjak 84,5% Jadi Rp4,31 Triliun pada Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indosat Tbk (ISAT) membukukan kinerja...

Pendapatan Tembus Rp2,68 Triliun, Laba Temas (TMAS) Melesat 54,28% di Semester I-2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Temas Tbk (TMAS) mencetak kinerja...

Laba Bersih BLES Melonjak 17 Kali Lipat pada Semester I 2026, Penjualan Naik 33%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru