STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia berhasil menguat (rebound) pada penutupan perdagangan Kamis (1/6/2023) waktu setempat atau Jumat (2/6/2023) WIB. Melesatnya harga komoditas ini antara lain dipicu oleh lolosnya Amerika Serikat (AS) dari kebangkrutan akibat potensi gagal bayar atau default utang. Ini setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meloloskan rancangan undang-undang (RUU) untuk menangguhkan plafon utang negara Paman Sam tersebut sebesar US$31,4 triliun dan membatasi pengeluaran pada Rabu (31/5/2023).
Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli 2023 ditutup melonjak 2,01 dolar AS atau 2,95% menjadi 70,10 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Adapun harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus 2023 berakhir menanjak 1,68 dolar AS atau 2,31% menjadi 74,28 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
Pasca DPR AS meloloskan RUU pada Rabu (31/5/2023) malam, kedua harga acuan minyak mentah dunia tersebut mengalami rebound, setelah dua sesi berturut-turut harganya anjloknya. Kini, RUU terkait plafon utang tersebut akan diserahkan ke meja Senat.