spot_img

Ekspansi ke Properti, BPII Suntik Modal Rp150 Miliar ke Prima Jaya Permai

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) melebarkan sayap bisnisnya ke sektor properti. Perusahaan induk ini berencana menyuntikkan modal sebesar Rp150 miliar kepada PT Prima Jaya Permai (PJP).

Langkah strategis ini dilakukan melalui penyetoran modal atas saham baru yang diterbitkan oleh PJP. Dengan transaksi ini, BPII akan menguasai sebanyak-banyaknya 19,3% dari total saham PJP. Kesepakatan rencana penyetoran modal ini telah ditandatangani oleh kedua belah pihak pada 19 Mei 2026.

Manajemen BPII menjelaskan, aksi korporasi ini bertujuan memperkuat portofolio perusahaan melalui diversifikasi usaha. Saat ini, PJP merupakan perusahaan holding yang memiliki empat entitas anak.

Keempat anak usaha tersebut adalah PT Megatama Putra Sejahtera (MPS), PT Teguh Anindyaguna (TA), PT Citraduta Sukses Semesta (CSS), dan PT Bintang Anugrah Permai (BAP). Mayoritas dari perusahaan ini bergerak di bidang usaha kawasan industri dan real estate di wilayah Karawang dan Purwakarta.

“Rencana Transaksi bagi BPII adalah diversifikasi usaha di bidang properti untuk memperkuat portofolio. BPII meyakini rencana ini akan berdampak positif untuk pengembangan kegiatan usaha, serta meningkatkan nilai bagi pemegang saham,” tulis Direksi BPII dalam keterbukaan informasi, Kamis (21/05/2026).

Rudi Setiadi Tjahjono, Direktur Utama BPII, bersama Direktur Luo Xude, menyatakan bahwa transaksi dengan pihak afiliasi ini akan mengurangi risiko bisnis. Hal ini karena perusahaan sudah memahami profil dan operasional objek transaksi secara mendalam.

Selain itu, Rudi menilai proses pelaksanaan transaksi bisa berjalan lebih efisien. Harga yang disepakati juga dianggap kompetitif dibandingkan jika bertransaksi dengan pihak luar.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, total ekuitas konsolidasian BPII mencapai Rp1,82 triliun. Dengan nilai investasi Rp150 miliar, transaksi ini setara dengan 8,24% dari total ekuitas. Karena angkanya di bawah 20%, transaksi ini tidak dikategorikan sebagai transaksi material.

Namun, transaksi ini merupakan transaksi afiliasi. BPII dan PJP berada dalam satu grup di bawah kendali pemegang saham yang sama, yakni Malacca Trust Pte. Ltd. dan Star Malacca Investment Pte. Ltd. melalui PT Wahana Bumi Pertiwi.

Untuk memastikan transparansi, BPII menunjuk KJPP Edi Andesta dan Rekan sebagai penilai independen. Ir. Edi Andesta, MAPPI (Cert), Pemimpin Rekan KJPP tersebut, memberikan opini wajar atas rencana investasi ini.

Dalam laporannya, Edi menyebutkan nilai pasar 100% saham PJP per 31 Desember 2025 adalah Rp663,15 miliar atau Rp105,6 per saham. Sementara itu, BPII menyetor modal dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham.

“Rencana Transaksi tersebut adalah ‘Transaksi Wajar’ karena nilai Rencana Transaksi adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp150.000.000.000 berada pada 5,60% di bawah dari nilai pasar sebesar Rp158.400.000.000,” ungkap Edi dalam laporannya.

Dari sisi dampak keuangan, akun kas dan setara kas BPII akan berkurang sebesar Rp150 miliar. Sebaliknya, akun portofolio efek pihak berelasi akan bertambah dengan nilai yang sama. Rasio liabilitas terhadap total aset perusahaan diprediksi tetap stabil pada level 0,73, sementara rasio liabilitas terhadap ekuitas tetap sebesar 2,75.

PJP sendiri memiliki land bank yang cukup luas di lokasi strategis Jabodetabek. Lahan ini dinilai memiliki potensi pertumbuhan nilai aset yang tinggi seiring dengan pengembangan infrastruktur di masa depan. Hal ini diharapkan menjadi motor pertumbuhan baru bagi BPII di masa mendatang.

- Advertisement -

Artikel Terkait

DPK Tumbuh 11%, Simpanan Valas Naik Signifikan, OJK Sebut Fundamental Bank Nasional Tetap Tangguh

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mencermati...

Komisaris Utama PYFA Robby Yulianto Mundur, Ada Apa?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Manajemen PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) mengumumkan,...

RUPS Sinar Mas Agro (SMAR) Sepakati Dividen Tunai Rp270 per Saham dan Penggabungan Usaha

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)  PT...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru