Free Float BUMI Turun pada April 2026, Investor Berkurang dan UBO Tetap Sama

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melaporkan porsi kepemilikan saham publik (free float) sebesar 37,77% hingga akhir April 2026. Meski menurun dibandingkan bulan sebelumnya, posisi tersebut masih jauh di atas ketentuan minimal yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek, jumlah saham free float BUMI tercatat sebanyak 140,26 miliar lembar. Jumlah ini turun dari 153,88 miliar lembar atau setara 41,44% pada Maret 2026.

Sesuai regulasi BEI, emiten yang tercatat di Papan Utama wajib menjaga jumlah saham free float minimal 50 juta lembar dan paling sedikit 15% dari total saham tercatat.

Sekretaris Perusahaan BUMI, Irana Candra Mala, menyatakan manajemen bertanggung jawab penuh atas penyusunan laporan tersebut.

“Semua informasi dalam LBRE telah dimuat secara lengkap dan benar,” tulis Irana dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (12/5/2026).

Data pemegang saham menunjukkan Mach Energy (Hongkong) Limited masih menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 170 miliar lembar saham atau setara 45,78%.

Di jajaran direksi, Eddy Sanusi tercatat memiliki 36,5 juta lembar saham atau sekitar 0,01%. Perseroan juga melaporkan tidak memiliki saham treasury.

Dalam laporan tersebut, BUMI mengungkap struktur Pemilik Manfaat Akhir (Ultimate Beneficial Owner/UBO). Nirwan Dermawan Bakrie dan Anthony Salim tercatat sebagai pengendali pada tingkat individu melalui Mach Energy (Hongkong) Limited.

Selain itu, Nirwan Bakrie juga memiliki kepemilikan tidak langsung melalui PT Bakrie Capital Indonesia sebesar 1,18%.

Jumlah investor BUMI yang tercatat dalam Single Investor Identification (SID) juga mengalami penurunan. Hingga akhir April 2026, jumlah pemegang saham tercatat sebanyak 579.249 investor, berkurang 12.115 investor dibandingkan posisi Maret 2026 yang mencapai 591.364 investor.

Sampai akhir April 2026, total saham BUMI yang tercatat di bursa mencapai 371,33 miliar lembar. Perseroan menegaskan bahwa perhitungan free float telah mengecualikan kepemilikan pihak pengendali, afiliasi pengendali, serta anggota dewan komisaris dan direksi.

Seluruh data tersebut disusun berdasarkan informasi pemegang rekening dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

- Advertisement -

Artikel Terkait

Populer 7 Hari

Berita Terbaru