STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) menggelar penawaran umum terbatas I. Aksi korporasi ini dilakukan melalui pemberian Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Perusahaan fintech ini siap melepas 996,67 juta saham baru.
Rencana ini sudah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 Juni 2026. Saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp12 per saham. Harga pelaksanaannya ditetapkan sebesar Rp238 per saham.
Manajemen CASH menargetkan perolehan dana sekitar Rp237,2 miliar. Setiap pemegang 168 saham lama berhak atas 117 HMETD. Satu HMETD memberikan hak kepada pemiliknya untuk membeli satu saham baru secara tunai.
Dana hasil rights issue akan digunakan untuk memperkuat struktur keuangan. Sekitar 45,44% dialokasikan untuk melunasi sebagian utang pokok, bunga, dan denda kepada PT Bara Alam Utama (BAU). Transaksi ini termasuk kategori transaksi afiliasi.
Selanjutnya, sebesar 41,32% dana akan digunakan untuk modal kerja atau working capital. Dana ini mencakup biaya operasional, pemasaran, hingga pengembangan merchant. Sisanya, sekitar 13,24% akan dipakai untuk belanja modal atau capex.
Investasi aset tetap ini bertujuan meningkatkan kapasitas layanan. Perusahaan berencana melakukan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Selain itu, dana tersebut akan dipakai untuk renovasi fasilitas kantor pusat.
Andri Wijono Sutiono (AWS) dan Hasim Sutiono (HS) bertindak sebagai pembeli siaga. AWS berkomitmen membeli sisa saham maksimal 180,5 juta lembar senilai Rp42,95 miliar. Sementara itu, HS siap mengambil sisa saham maksimal 143,97 juta lembar senilai Rp34,26 miliar.
Bagi pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya, persentase kepemilikannya akan menyusut. Penurunan persentase atau dilusi saham ini mencapai maksimal 41,05%.
Jadwal pelaksanaan rights issue dimulai dengan tanggal pencatatan (recording date) pada 10 Juli 2026 pukul 16.00 WIB. Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD berlangsung pada 14 – 20 Juli 2026. Penyerahan saham hasil pelaksanaan HMETD dilakukan mulai 16 – 22 Juli 2026.
Presiden Direktur CASH, Willy Chandry, menjelaskan fokus bisnis ke depan. “Maksud dan tujuan dari Perseroan adalah bergerak dalam bidang Jasa Finansial Teknologi dan Pembayaran Digital,” ujarnya.
Perusahaan terus berinovasi melalui produk seperti cashSoftPOS dan cashMove. Layanan ini memungkinkan smartphone menjadi terminal pembayaran nir-sentuh. Inovasi tersebut diharapkan mampu memperluas akses keuangan bagi komunitas lokal dan pelaku usaha.

