spot_img

Koreksi Laporan Kepemilikan Saham KJEN: Grafindo Pengendali, Free Float Capai 22,32%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) menyampaikan laporan bulanan registrasi pemegang efek untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026. Laporan ini merupakan koreksi atas surat sebelumnya nomor 024/CS/KJN/VII/2026 yang diterbitkan pada 10 Juli 2026.

Berdasarkan data yang dirilis, PT Grafindo Karya Nusantara tetap menjadi pemegang saham pengendali KJEN. Perusahaan ini menguasai 262.500.000 saham atau setara 52,5% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.

Selain pengendali, terdapat satu institusi yang memiliki saham di atas 5%. Reksadana Narada tercatat menggenggam 29.615.300 saham atau sebesar 5,92%. Sementara itu, kepemilikan masyarakat dengan porsi di bawah 5% terbagi menjadi dua kategori, yakni saham warkat sebesar 12,95% dan non-warkat mencapai 28,63%.

Direktur Utama KJEN, Sunarto, menyatakan perseroan bertanggung jawab penuh atas kebenaran informasi tersebut. “Semua informasi dalam Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) telah dimuat secara lengkap dan benar,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, Kamis (16/7/2026).

Terkait kepatuhan terhadap aturan Bursa Efek Indonesia (BEI), KJEN telah memenuhi persyaratan free float. Jumlah saham free float perseroan per akhir Juni 2026 mencapai 111.605.200 saham atau setara 22,32%.

Angka ini telah melampaui ketentuan minimal dalam Peraturan Nomor I-A untuk Papan Pengembangan. Ketentuan tersebut mewajibkan perusahaan tercatat memiliki saham free float paling sedikit 50.000.000 saham dan minimal 15% dari jumlah saham tercatat.

KJEN juga mencatatkan pertumbuhan jumlah pemegang saham. Nasabah pemilik Single Investor Identification (SID) tercatat sebanyak 4.685 akun pada bulan ini. Angka tersebut meningkat 454 akun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak 4.231 SID. Jumlah ini jauh di atas syarat minimal BEI yang menetapkan paling sedikit 300 nasabah pemilik SID.

Dalam laporan tersebut, perseroan turut mengungkapkan identitas pemilik manfaat akhir atau Ultimate Beneficial Owner (UBO). Terdapat dua nama yang tercatat sebagai pemilik manfaat tingkat individu, yakni Allen Suryadipura Widjaja dengan kepemilikan 0,38% dan Petrus Daruyanni sebesar 4,55%. Keduanya merupakan pemegang saham langsung perseroan.

Untuk kepemilikan saham oleh jajaran manajemen, mayoritas direksi dan komisaris tidak memiliki saham di perusahaan. Alwie Handoyo (Komisaris), Dewi Prasetyaningsih (Komisaris), Sunarto (Direktur Utama), dan Farida Sulistyorini (Direktur) tercatat memiliki 0% saham. Namun, FX Ronald Kasengkang yang menjabat sebagai Komisaris Utama Independen tercatat memiliki 13.500 saham.

Hingga akhir Juni 2026, total saham yang tercatat di bursa mencapai 500.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham. Total nilai nominal seluruh saham perseroan mencapai Rp50 miliar. Perseroan juga melaporkan tidak memiliki saham treasuri atau treasury stock selama periode tersebut

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ditanya BEI Soa Kabar Dual Listing di Hong Kong, Ini Jawaban Amman Mineral (AMMN)

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)...

ITSEC Asia (CYBR) Serap Dana Waran Seri I Rp101,47 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) telah menyerap...

Bayar Lunas Rp379 Miliar, PEFINDO Tarik Peringkat Obligasi Subordinasi Bank BJB (BJBR)

STOCKWATCH.ID, JAKARTA – PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menarik...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru