Laba Bundamedik Meroket 199% di Semester I 2024

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bundamedik Tbk (BMHS) atau Bundamedik Healthcare System) mencatatkan pencapaian luar biasa pada semester pertama tahun 2024. Perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp18,6 miliar, melonjak 199% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan pendapatan di semua unit bisnis BMHS.

Dalam Paparan Publik Tahunan yang digelar hari ini, BMHS menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem layanan kesehatan keluarga yang holistik dan terkemuka di industri. Pendapatan konsolidasi perusahaan pada Semester I 2024 naik 9% secara tahunan (yoy), mencapai Rp784,5 miliar. Peningkatan ini didukung oleh berbagai inisiatif strategis yang dijalankan perusahaan.

Presiden Direktur PT Bundamedik Tbk, Agus Heru Darjono, menjelaskan bahwa perusahaan telah menerapkan sejumlah inisiatif utama selama tahun 2024. Di antaranya adalah optimalisasi dan standardisasi pricing, peningkatan layanan kesehatan dan pengalaman pelanggan, serta integrasi data layanan kesehatan di seluruh ekosistem BMHS.

Agus juga menambahkan bahwa ekspansi jaringan rumah sakit yang telah dijalankan memberikan kontribusi positif bagi BMHS. Pendapatan rumah sakit baru meningkat 72% yoy, sementara jumlah pasien rawat jalan dan rawat inap masing-masing naik 17% dan 21% yoy. “BMHS telah hadir melayani kesehatan keluarga Indonesia dari generasi ke generasi selama lebih dari 5 dekade. Kami berkomitmen untuk terus tumbuh berkelanjutan di sepanjang tahun 2024,” ungkap Agus.

Selain itu, BMHS juga berhasil meningkatkan gross margin terkonsolidasi di semester I 2024 menjadi 56%, dengan EBITDA perusahaan tumbuh sebesar 34% yoy. Pendapatan layanan spesialistik di luar kategori OBGYN dan anak menyumbang 49% dari total pendapatan rumah sakit, dengan kontribusi terbesar datang dari layanan penyakit dalam dan onkologi.

Unit bisnis lainnya dalam ekosistem BMHS juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (Diagnos) mencatatkan pertumbuhan jumlah pengujian lab sebesar 30% yoy, sementara Morula IVF Indonesia berhasil meningkatkan jumlah layanan siklus IVF sebesar 14% dibandingkan dengan kondisi pra-Covid.

Pada tahun 2024 ini, Morula IVF Indonesia meresmikan kolaborasi strategis dengan Jinxin Fertility Group Limited untuk mengembangkan potensi besar In Vitro Fertilization (IVF) di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Agus menekankan bahwa BMHS akan terus mengakselerasi komitmen ini melalui kinerja positif di seluruh unit bisnis serta peningkatan layanan kesehatan yang komprehensif dan holistik.

Per 30 Juni 2024, BMHS telah menjadi ekosistem layanan kesehatan terintegrasi yang menaungi 10 jaringan rumah sakit, 12 klinik IVF, 25 laboratorium, dan 126 jaringan Klinik Fertilitas Indonesia. Selama lebih dari 51 tahun, BMHS telah melayani kesehatan keluarga di seluruh Indonesia, selaras dengan tagline mereka, “Because Family Matters.”

- Advertisement -

Artikel Terkait

Pefindo Kantongi Mandat Surat Utang Rp66,28 Triliun per Maret 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengantongi...

Pefindo Proyeksi Penerbitan Surat Utang Korporasi 2026 Tembus Rp175,77 Triliun

STOCKWATCH (JAKARTA) – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan...

Penerbitan Surat Utang Korporasi Kuartal I 2026 Tembus Rp59,35 Triliun, Naik 26,97%

STOCKWATCH (JAKARTA) – Pasar surat utang korporasi nasional tampil...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru