Pasar Asia Berguguran! Saham Rontok Diterpa Inflasi dan Rencana Ekonomi China

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham Asia melemah tajam hari ini pada penutupan perdagangan hari  Rabu sore (30/10/2024) waktu setempat. Sebagian besar indeks kawasan Asia-Pasifik berakhir di zona merah. Faktor utama penyebabnya adalah kekhawatiran akan inflasi Australia dan ketidakpastian langkah ekonomi dari pemerintah China.

Mengutip CNBC International, di Australia, data inflasi kuartal III mencatat kenaikan 2,8% dari tahun sebelumnya. Walau sedikit di bawah prediksi ekonom yang memperkirakan 2,9%, angka ini tetap membuat investor waspada. Merespons hal ini, indeks S&P/ASX 200 turun 0,83% ke level 8.180,4.

Di sisi lain, pasar saham China juga mengalami tekanan. Indeks Hang Seng di Hong Kong jatuh 1,65% ke 20.358, sementara CSI 300 di Tiongkok daratan melemah 0,9% dan ditutup di 3.889,45. Pemerintah China dikabarkan sedang mempertimbangkan penerbitan utang tambahan senilai 10 triliun yuan, setara dengan US$1,4 triliun, untuk mendukung ekonomi. Rencana ini dinilai sebagai upaya strategis mengatasi perlambatan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi.

Namun, berbeda dengan kawasan lain, pasar saham Jepang justru menguat. Indeks Nikkei 225 naik 0,96% dan berakhir di 39.277,39, sementara Topix naik 0,81% ke 2.703,72. Penguatan ini didorong oleh ekspektasi bahwa Bank of Japan akan mempertahankan suku bunga rendah di level 0,25%, sehingga membantu stabilitas ekonomi domestik.

Sementara itu, di Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,92% ke level 2.593,79, dan indeks Kosdaq, yang didominasi saham-saham kecil, merosot 0,80% ke 738,19.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Era Baru Apple: John Ternus Resmi Jadi CEO Gantikan Tim Cook

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Raksasa teknologi Apple mengumumkan suksesi...

Tensi Geopolitik Memanas, Futures S&P 500 dan Nasdaq 100 Kompak Naik Tipis

STOCKWATCH.ID (NEWS YORK) – Bursa saham Amerika Serikat (AS)...

Tensi AS-Iran Memanas, Wall Street Terkoreksi dan Rekor Nasdaq Terhenti

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru