Kamis, Juli 25, 2024
26.7 C
Jakarta

Pendapatan 2023 Delta Dunia Makmur Ditargetkan US$1,525 – 1,675 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) menargetkan perolehan pendapatan antara US$1,525 hingga US$1,675 miliar pada 2023. Adapun sepanjang tahun 2022, DOID berhasil membukukan peningkatan pendapatan sebesar 71% menjadi US$1,554 miliar.

Menurut Ronald Sutardja, Direktur Utama DOID, tahun ini perusahaan yang bergerak di bisnis jasa pertambangan itu mengincar

Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) atau disebut juga pendapatan sebelum bunga, pajak, dan amortisasi berkisar US$335 sampai dengan US$390 juta. Tahun lalu, DOID sukses mencetak EBITDA US$365 juta, melesat 56% secara tahunan atau Year on Year (YoY).

Untuk tahun ini, meski tak merinci target laba bersih Perseroan, namun Ronald tetap optimistis, DOID mampu meraih pertumbuhan net profit. “Tahun lalu, kami mencatatkan laba bersih sebesar US$29 juta atau sekitar Rp448,1 miliar,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (28/3/2023).

Ronald menambahkan, pada 2023 Perseroan membidik kenaikan volume produksi konsolidasi yang signifikan. Itu tercermin dari target overburden removal DOID yang diproyeksikan mencapai  560-630  juta Bank Cubic Meter (BCM). Adapun sepanjang tahun lalu, total produksi

overburden removal  Perseroan tercatat 547 juta Bank Cubic Meter (BCM), naik signifikan sebesar 68% dibandingkan periode 2021.

Sementara itu, produksi batu bara Perseroan tahun 2023 ditargetkan mencapai 75-80 MT. Pada 2022, realisasi produksi batu bata DOID sekitar 87 juta MT naik 61% secara year-on-year dibandingkan 2021.

Untuk mendukung capaian target-target Perseroan selama tahun 2023, jelas Ronald, pihaknya telah mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) berkisar antara US$105-145 juta. Ia mengakui besaran capex tahun ini lebih rendah ketimbang tahun sebelum. Penyebabnya, kata dia, lantaran perusahaan telah merealisasikan investasi pada sejumlah alat-alat yang dibutuhkan guna mendukung operasional Perseroan.

Lebih lanjut Ronald  menjelaskan, Delta Dunia Makmur mencatatkan pertumbuhan bisnis yang signifikan di 2022, sekaligus terbaik sepanjang operasional Perseroan.

Perseroan tercatat menempati posisi sebagai kontraktor pertambangan nomor dua terbesar di Indonesia melalui operasional di Indonesia dan Australia dan masuk dalam jajaran level 1 kontraktor pertambangan di Australia. DOID memiliki operasi di Indonesia dan Australia, dua dari geografi pertambangan terbesar di dunia.

Untuk diketahui, DOID menjalankan kegiatan usaha utamanya sebagai jasa kontraktor pertambangan batu bara melalui entitas anak. Mulai tahun lalu Perseroan memperluas diversifikasi portfolionya sehingga saat ini memiliki 4 entitas anak dengan portfolio bisnis yang beragam, yaitu:

1. PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), kontraktor penambangan batubara terkemuka di Indonesia, yang didirikan pada tahun 1998. Dengan pangsa pasar 15%, BUMA menawarkan layanan kepada perusahaan batubara terkemuka di Indonesia dan pemain baru yang berpotensi tinggi.

2. BUMA Australia Pty Ltd (BUMA Australia), kontraktor pertambangan terkemuka yang didirikan pada tahun 2021 melalui akuisisi bisnis Open Cut Mining milik Downer, dengan warisan sejak tahun 1922.

3. PT Bukit Teknologi Digital (BTECH), penyedia solusi pertambangan yang inovatif dan hasil tinggi yang berfokus pada pengembangan teknologi yang hemat biaya dan efisien untuk operasi di lokasi.

4. PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU), perusahaan yang berfokus pada aspek sosial yang memiliki semangat untuk mempromosikan pendidikan, pelatihan vokasional, pengelolaan limbah, dan daur ulang untuk menciptakan perekonomian yang rendah karbon dan berputar.

Artikel Terkait

Harga Saham Tembus Rp10.000, Begini Respon Bos BCA Soal Stock Split!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Harga saham PT Bank Central Asia...

Buat Modal Kerja, GOTO Siap Gelar Private Placement 120,14 Miliar Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk...

Meski Sempat Naik, IHSG Kembali Berakhir Melemah

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru