Minggu, Juli 21, 2024
33.5 C
Jakarta

Perkuat Permodalan dan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Bank Sumut Lepas 23% Saham ke Publik

STOCKWATCH.ID (MEDAN) – PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) resmi menawarkan sebanyak 2.934.798.300 saham ke investor publik melalui mekanisme Penawaran Umum Perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jumlah tersebut setara dengan 23% dari total modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah IPO saham.

Menurut Plt.Direktur Utama Bank Sumut Hadi Sucipto, aksi korporasi yang dilaksanakan oleh BPD terbesar di luar Jawa tersebut merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk memperkuat permodalan dan pengembangan bisnis. Hal tersebut dalam rangka mendukung perekonomian nasional, khususnya di Sumatera Utara.

Hadi mengatakan, Bank Sumut sangat mendukung kebangkitan ekonomi nasional seiring dengan pulihnya kegiatan dunia usaha dan konsumsi masyarakat. “Ini merupakan komitmen dari Bank Sumut untuk terus mendukung pertumbuhan perekonomian nasional agar membaik dan pulih lebih cepat dari dampak pandemi. Kami akan membiayai sektor-sektor yang bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi sehingga bisa mengakselerasi perekonomian nasional, khususnya wilayah Sumatera Utara,” kata Hadi, dalam keterangan pers usai paparan Publik yang dilakukan secara daring dari Medan, Sumatera Utara, Senin (9/1/2023).

Untuk memuluskan gelaran IPO ini, jelas Hadi, pihaknya akan melakukan  roadshow guna menemui para calon investor potensial. Untuk diketahui, penawaran awal (bookbuilding) saham Bank Sumut dijadwalkan pada 5 – 18 Januari 2023. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan bisa diperoleh pada 30 Januari 2023. Setelah pernyataan efektif terbit, saham Bank Sumut diharapkan bisa tercatat (listing) di BE pada 7 Februari 2023.

Dalam IPO ini, Bank Sumut menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas, PT RHB Sekuritas Indonesia, PT UOB Kay Hian Sekuritas, dan PT Aldiracita Sekuritas sebagai joint lead underwriters.

Harga perdana calon emiten dengan kode saham BSMT tersebut antara Rp350-510 per saham. Dari IPO saham ini, Perusahaan yang bergerak di bidang usaha jasa perbankan tersebut akan memperoleh tambahan modal hingga Rp1,496 triliun. Sekitar 80,00% dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan untuk modal kerja Perseroan guna mendukung ekspansi bisnis. Itu termasuk kredit modal kerja, kredit investasi dan kredit konsumsi. Sekitar 20,00% akan digunakan untuk perluasan jaringan dan pengembangan teknologi informasi guna menunjang kegiatan usaha perseroan termasuk layanan digital.

Berdasarkan laporan keuangan hingga akhir Desember 2022 yang belum diaudit, Bank Sumut telah menyalurkan kredit produktif sebesar Rp12,2 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 43,9% dari total Kredit/pembiayaan Perseroan. Capaian ini meningkat sebesar Rp2,3 triliun atau sebesar 23,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sekitar Rp9,9 triliun atau sebesar 39,31% total Kredit/pembiayaan.

Komitmen ke UMKM
Tak hanya kepada pelaku usaha skala besar, Bank Sumut juga turut mendukung pelaku UMKM bisa kembali bangkit melalui pemberian fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sebagaimana diketahui, jenis kredit ini sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha kecil dan mikro agar tetap mampu bertahan menghadapi dampak pandemi dan mengembangkan usahanya.

Per 31 Des 2022, outstanding penyaluran KUR Bank Sumut mencapai Rp1,9 triliun (sebelum diaudit) atau naik 41,72% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp1,3 triliun. Komposisi pinjaman KUR terdiri dari Rp 1.185 Milyar digunakan untuk modal kerja, dan selebihnya sebesar Rp 750 miliar untuk kegiatan investasi.

Dari sisi nasabah penerima, fasilitas tersebut telah disalurkan kepada 38.393 nasabah KUR atau naik sekitar 37,3% year-on-year. “Ke depan, kami akan fokus untuk tetap memberikan fasilitas KUR dalam rangka untuk memberdayakan UMKM. Sebagaimana diketahui, pelaku usaha tersebut selama ini telah menjadi tulang punggung perekonomian nasional,” ungkap Hadi.

Kinerja yang Terus Terjaga
Di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian akibat pandemi Covid-19, Bank Sumut tetap membukukan kinerja yang solid. Didukung oleh tim yang handal, perseroan berhasil menorehkan performa yang baik dan terjaga.

Pada akhir semester II-2022, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp706 miliar (sebelum diaudit), atau tumbuh 15,15% year on year dan memproyeksikan laba bersih minimal Rp800 miliar di tahun 2023.

Adapun outstanding penyaluran kredit Tahun Buku 2022 sebesar Rp27,85 triliun (sebelum diaudit). Jumlah tersebut naik 10,58% dari tahun sebelumnya. Dari penyaluran kredit tersebut, perseroan berhasil menjaga kualitas kredit dengan rasio kredit bermasalah di level 1,21% (NPL Net sebelum diaudit) atau membaik dari tahun buku 2021 sebesar 1,80%.

Dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun perseroan pada tahun 2022 sebesar Rp 31,9 triliun (sebelum diaudit) atau naik 3,01% YoY, dimana komposisi dana pihak ketiga didominasi oleh produk tabungan dan giro sebesar 60%.

Artikel Terkait

BTN Raih Penghargaan Internasional di Euromoney Awards For Excellence 2024!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk...

Pefindo Beri Outlook Negatif Obligasi PP Properti dan Bio Farma!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) baru...

OJK: Program Asuransi Wajib untuk Kendaraan Tunggu Peraturan Pemerintah!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Program asuransi wajib untuk kendaraan masih...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru