STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) berencana menggelar penawaran umum terbatas (PUT) I atau right issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 900 juta unit saham biasa dengan nominal Rp100 per unit dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Jumlah ini sekitar 33,33% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD I.
Setiap pemegang 2 (dua) Saham Lama berhak atas 1 (satu) HMETD dimana 1 (satu) HMETD memberikan hak untuk membeli 1 (satu) Saham Baru dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp500 per saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pembelian Saham Baru. Dengan demikian, Perseroan dapat mengantongi dana sebesar Rp450 miliar dari right issue tersebut.
Setiap HMETD dalam bentuk pecahan akan dibulatkan kebawah. Saham Baru yang diterbitkan dalam PMHMETD I ini akan dicatatkan di BEI dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku. Saham Baru yang diterbitkan dalam PMHMETD I memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal termasuk hak atas dividen dengan Saham Lama.
Dalam hal pemegang saham mempunyai HMETD dalam bentuk pecahan, maka hak atas pecahan HMETD tersebut tidak akan diserahkan kepada pemegang saham yang dimaksud, namun akan dikumpulkan oleh Perseroan untuk dijual sehingga Perseroan akan menerbitkan HMETD dalam bentuk bulat dan selanjutnya hasil penjualannya dimasukkan ke dalam rekening Perseroan.
Berdasarkan prospektus rencana PMHMETD yang dipublikasikan di Jakarta, Senin, 15 Juni 2026, seluruh dana yang diperoleh Perseroan dari hasil PMHMETD I ini setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, Sekitar 98,96% akan digunakan untuk pembayaran seluruh utang Perseroan kepada PT Sarana Steel, dan sisanya 1,04% akan digunakan oleh Perseroan untuk modal kerja berupa pembelian bahan baku.
Jika Saham Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD I tidak seluruhnya diambil bagian atau dibeli oleh Pemegang Saham Perseroan atau pemegang HMETD, maka sisa Saham Baru akan dialokasikan kepada Pemegang Saham Perseroan atau pemegang HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya secara proporsional berdasarkan atas jumlah HMETD yang telah dilaksanakan oleh masing-masing Pemegang Saham atau pemegang HMETD yang memesan Saham Baru tambahan.
Apabila setelah alokasi pemesanan saham tambahan, masih terdapat sisa saham baru, maka PT Sarana Steel (PTSS) (pihak terafiliasi Perseroan) dan Ibnu Susanto (salah satu pemegang saham pengendali Perseroan), akan bertindak selaku Pembeli Siaga yang membeli sisa saham sebanyak-banyaknya 743.941.850 (saham (Sisa Saham Yang Dijamin) secara proporsional (sesuai dengan persentase yang diuraikan di bawah ini) dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp500 per saham atau maksimal sebesar Rp371,970 miliar.
PT SS wajib membeli sisa saham sebanyak-banyaknya 620.000.000 saham (83,34% dari Sisa Saham Yang Dijamin), dengan total harga pelaksanaan maksimal sebesar Rp310 miliar Rupiah, berdasarkan Akta Perjanjian Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) PT Saranacentral Bajatama Tbk No.80 tanggal 08 Juni 2026, dibuat di hadapan Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn., Notaris di Jakarta Barat, oleh dan antara Perseroan dengan PT SS; dan Ibnu Susanto wajib membeli sisa saham sebanyak-banyaknya 123.941.850 saham (16,66%) dari Sisa Saham Yang Dijamin) dengan total harga pelaksanaan maksimal Rp61,970 miliar, berdasarkan Akta Perjanjian Pembelian Sisa Saham No.81 tanggal 08 Juni 2026, dibuat di hadapan Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn., Notaris di Jakarta Barat, oleh dan antara Perseroan dan Ibnu Susanto. (konrad)

