STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa mayoritas ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (1/7/2026) waktu setempat. Pergerakan pasar ini dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) dan situasi geopolitik global. Pelaku pasar masih mencermati arah suku bunga menjelang pidato pejabat bank sentral.
Mengutip Investing, indeks Stoxx Europe 600 berakhir turun 0,3% setelah sempat menyentuh rekor tertinggi pada hari sebelumnya. Sebagian besar sektor dan bursa utama di kawasan ini berada di zona merah. Indeks CAC 40 Perancis merosot 0,8%. FTSE 100 Inggris juga turun 0,2%.
Indeks IBEX 35 Spanyol kehilangan 0,3% dan FTSE MIB Italia melemah 0,2%. Di sisi lain, indeks DAX Jerman justru mampu tumbuh 0,3%. Investor saat ini tengah menantikan data inflasi zona euro dan pertemuan para pimpinan bank sentral dunia.
Data terbaru menunjukkan inflasi zona euro melandai lebih cepat dari perkiraan semula. Indeks harga konsumen (CPI) melambat menjadi 2,8% pada Juni dari 3,2% pada Mei. Angka ini berada di bawah perkiraan pasar sebesar 3,0%. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk melonggarkan kebijakan hawkish mereka.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik antara AS dan Iran. Harga minyak mentah mulai stabil dan jalur pelayaran di Selat Hormuz berangsur pulih. Namun, laporan Wall Street Journal menyebut Presiden AS Donald Trump sempat mempertimbangkan aksi militer skala besar sebelum akhirnya memilih jalur diplomasi.
Dan Coatsworth, Head of Markets di AJ Bell, memberikan catatan mengenai pergerakan pasar ini. Ia menilai saham di seluruh Eropa dan AS melangkah mundur karena investor terus cemas soal kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed). Para pemodal masih mencari kepastian mengenai arah kebijakan bank sentral AS tersebut.
“Pasar saat ini memperhitungkan probabilitas 29,4% untuk kenaikan suku bunga AS pada pertemuan Fed bulan ini, turun dari probabilitas 34,2% minggu lalu. Secara teoritis, hal itu seharusnya berdampak positif bagi ekuitas, namun yang meresahkan investor adalah prospek kenaikan suku bunga di akhir tahun,” ujar Dan.
Dan menambahkan Ketua Fed Kevin Warsh tampaknya bertekad tidak terlibat dalam narasi konstan mengenai arah suku bunga. Namun, investor terus berburu informasi sekecil apa pun. Pasar kini bersiap menyambut pidato Warsh dan pimpinan ECB Christine Lagarde untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut

