STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN resmi meluncurkan Bale Korpora pada Rabu, 7 Agustus 2025. Platform ini dirancang sebagai layanan digital terintegrasi untuk nasabah korporasi dan institusi.
Peluncuran digelar di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta. Acara ini dihadiri jajaran Direksi BTN, perwakilan nasabah institusi, dan mitra strategis.
Bale Korpora merupakan pengembangan dari BTN Cash Management. Platform ini hadir sebagai satu pintu digital yang memudahkan pengelolaan transaksi keuangan secara efisien, fleksibel, dan aman.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan digitalisasi mengubah kebutuhan layanan perbankan, termasuk untuk nasabah korporasi.
“Digitalisasi mengubah wajah perbankan, seiring dengan itu, nasabah-nasabah perusahaan juga melakukan transformasi, sehingga membutuhkan layanan cash management yang lebih aman, lebih murah, dan lebih cepat. Kami harap ke depannya BTN dapat menjadi salah satu transaction bank pilihan para nasabah,” kata Nixon.
BTN melakukan transformasi menyeluruh pada layanan cash management. Fitur dan fungsi baru ditambahkan untuk memenuhi kebutuhan nasabah atas layanan pembayaran, likuiditas, pembiayaan, dan pelaporan dalam satu platform.
Bale Korpora mencatat pertumbuhan signifikan. Hingga akhir 2024, sebanyak 17.600 institusi telah menggunakan layanan ini. Jumlah transaksinya mencapai 3,3 juta, tumbuh 138% secara tahunan. Nilai transaksi mencapai Rp228,7 triliun atau naik 39% yoy.
Bale Korpora juga menjadi bagian dari strategi BTN dalam memperkuat akuisisi dana murah melalui tabungan dan giro (CASA). Hingga kuartal I-2025, porsi CASA BTN tercatat 51,1% dari total dana pihak ketiga. Angka ini naik dari 49,9% di periode yang sama tahun sebelumnya.
“Layanan BTN di corporate banking tidak cuma sekadar membantu nasabah korporasi dan institusi, tetapi juga memberikan value kepada seluruh ekosistem nasabah, termasuk vendor dan distributor. Dengan begitu, perputaran uang akan ramai di BTN dan menjadi sumber low cost funding. Harapannya dana transaksional ini akan lebih sustain di BTN,” ujar Nixon.
Bale Korpora menawarkan sejumlah fitur unggulan. Mulai dari cash management untuk transfer, payroll, dan otorisasi multi-user, e-Guarantee untuk penerbitan bank garansi digital, hingga financial supply chain management (FSCM). Ada juga dashboard transaksi yang memberikan visibilitas keuangan secara real-time.
Platform ini berbasis web dan bisa diakses kapan saja melalui sistem single sign-on. Nasabah hanya perlu memiliki rekening giro dan kredensial untuk mulai menggunakannya. Tidak ada biaya penggunaan, kecuali untuk jenis transaksi tertentu.
BTN juga aktif menyempurnakan tampilan dan pengalaman pengguna melalui riset berkelanjutan pada UI/UX. Harapannya, nasabah tetap nyaman dan setia menggunakan layanan ini.
“Kami tidak hanya menciptakan platform, tapi juga membangun ekosistem digital yang siap bertumbuh. Bale Korpora dirancang agar skalabel dan adaptif terhadap kebutuhan nasabah korporasi dari berbagai sektor,” tegas Nixon.
Sejumlah perusahaan dan institusi menyampaikan testimoni positif. Di antaranya PT Blue Bird Tbk, PT Hutama Karya, PT Len Industri (Persero), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan PT Indomarco Prismatama (Indomaret).
“Tim Bale Korpora by BTN responsif dalam memberikan dukungan dan mampu memberikan solusi finansial terintegrasi terhadap dunia usaha yang terus berkembang,” ujar Yessy Kurnia Dyah, Direktur Keuangan, Manajemen Portofolio & SDM PT Len Industri (Persero).
Mayoritas pengguna Bale Korpora saat ini berasal dari sektor perumahan, seperti developer dan kontraktor. BTN menargetkan ekspansi ke berbagai sektor lain seperti manufaktur, perdagangan, pendidikan, kesehatan, pemerintah, dan jasa keuangan.
BTN menargetkan jumlah pengguna Bale Korpora bisa mencapai 25.000 perusahaan. Platform ini juga diharapkan ikut mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga.
“Potensinya pasti besar. Giro kami tumbuhnya lumayan bagus hari ini. Secara keseluruhan DPK diharapkan tumbuh 11% pada tahun ini, dan salah satunya ditopang pertumbuhan giro,” ujar Nixon.
