back to top

Wall Street Bergerak Datar, Investor Menunggu Laporan Retail dan Catatan Fed

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan hari Selasa (19/8/2025) waktu setempat atau Rabu pagi (20/8/2025) WIB). Pasar menunggu rilis laporan keuangan ritel besar dan notulen rapat terbaru Federal Reserve.

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York) naik tipis 10,45 poin atau 0,02% ke posisi 44.922,27. Indeks S&P 500 (SPX) 500 melemah 37,78 poin atau 0,59% menjadi 6.411,37. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi turun 314,82 poin atau 1,46% ke level 21.314,95.

Sementara itu, futures Dow Jones Industrial Average naik tipis 13 poin atau 0,03%. Sedangkan futures S&P 500 dan Nasdaq 100 relatif stabil.

Investor menantikan notulen rapat Federal Reserve (The Fed) untuk Juli yang dijadwalkan dirilis Rabu sore. Dalam rapat tersebut, pejabat bank sentral memutuskan untuk mempertahankan suku bunga. Namun, dua gubernur Fed, Christopher Waller dan Michelle Bowman, menyatakan dissent atau berbeda pendapat. Kejadian ini menandai pertama kalinya sejak 1993 ada dua pejabat voting Fed yang memiliki pandangan berbeda dalam satu rapat.

Andrzej Skiba, Kepala Tim Fixed Income AS di BlueBay RBC Global Asset Management, mengatakan, “Kami memperkirakan pertemuan Jackson Hole tahun ini akan menjadi kesempatan bagi Powell untuk kembali menyinggung kemungkinan pelonggaran moneter. Meskipun ada beberapa titik panas dalam data inflasi bulan ini, hal itu kemungkinan tidak cukup untuk menghalangi para pejabat yang cenderung dovish.”

Pasar juga menunggu laporan pendapatan dari perusahaan ritel besar seperti Lowe’s, Target, dan TJX Companies yang akan dirilis sebelum pembukaan perdagangan Rabu. Investor berharap data ini memberi panduan lebih jelas tentang tren belanja konsumen di tengah kondisi ekonomi saat ini.

Futures suku bunga menunjukkan kemungkinan hampir 85% untuk penurunan suku bunga pada pertemuan Federal Reserve (The Fed) berikutnya di September. Data ini berdasarkan alat CME FedWatch. Angka ini menandakan pasar masih mengantisipasi langkah pelonggaran moneter dari bank sentral AS dalam waktu dekat.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Makin Perkasa, Indeks Dow Jones Lompat 300 Poin Berkat Saham Nvidia

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Ancaman Tarif Trump Mereda, Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir Hijau

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Bursa Saham Asia Terbang, Nikkei dan Kospi Cetak RekorBaru

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru